Bank Syariah Bisa Basmi Rentenir di Pedesaan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Pakar ekonomi kerakyatan dari Universitas Diponegoro Semarang, Purbayu Budi Santoso, berharap, perbankan syariah di Indonesia tidak hanya melebarkan sayap di setiap kabupaten/kota, tetapi juga ke pedesaan.

Menurutnya, bank-bank bersistem syariah mampu menyelesaikan problematik perekonomian di desa-desa, melindungi hak masyarakat yang notabene berasal dari kalangan menengah ke bawah.

Jika hal itu terwujud, masyarakat pedesaan dapat hidup tenang, terhindar dari godaan oknum yang ingin memanfaatkan minimnya akses keuangan mereka.

“Bukan rahasia umum lagi, sadar atau tidak sadar, sebagian masyarakat pedesaan kesulitan lepas dari oknum rentenir,” kata Purbayu kepada Tribun Jateng, Rabu (31/7/2013).

Karenanya, ia menuturkan, tidak bisa disalahkan dari satu sisi ketika mereka tergoda atau tergantung kepada jasa keuangan ilegal sebab tidak ada pilihan lain untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Masyarakat di pedesaan pun seakan menjadi nasabah tetap para rentenir. Besaran bunga utang yang ditetapkan pun seolah menjadi tidak masalah bagi mereka. “Bukannya tambah makmur, ekonomi mereka semakin remuk gara-gara rentenir,” tegas Purbayu.

Alangkah baiknya, lanjut Purbayu, apabila perbankan syariah mampu meringankan beban masyarakat pedesaan. Syaratnya, konsep yang nyata mengenai perbankan syariah benar-benar dijalankan, yakni melalui penekanan profit loss sharing.

“Selama itu bisa optimalkan, syarat kejujuran berbasis kepercayaan dan kehati-hatian bisa terealisasi, bahkan tak ayal bisa tumbuh bagus dari sisi bisnis,” jelasnya.

Corporate Secretary Bank Syariah Bukopin (BSB), Evi Yulia Kurniawati, sepakat atas saran Purbayu. Namun, untuk bisa merealisasikannya, pihaknya terkendala jaringan outlet yang jumlahnya masih terbatas.

“Saat ini, kami masih berkonsentrasi melakukan penetrasi wilayah sebagai fungsi intermediasi BSB,” terangnya.

Intermediasi, sambungnya, diwujudkan melalui kerja sama pembiayaan di Baitul Mal Wa Tamwil dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah, yang selama ini fokus kepada pembiayaan mikro.

“Kami akan memanfaatkan mobil Siaga BSB. Menggunakan mobil kas keliling, nasabah bisa bertransaksi secara nyaman,” ucap Evi.

Ketua Asosiasi Perbankan Syariah Indonesia Jawa Tengah, Indro Setiadji, menyampaikan sebagai perbankan yang berdasar kepada hukum Islam, bank syariah diyakini tumbuh pesat ketika masuk ke pedesaan.

“Pertumbuhan bank berbasis syariah luar biasa. Kami akan masuk ke pedesaan untuk mengembangkannya,” jelas Kepala Cabang Bank Tabungan Negara Syariah Semarang itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s