Yuk Ke Bank Syariah!

Yuk ke Bank Syariah

oleh @ahmadifham adalah diskusi Ngabuburit di paseban.com

Pasebania,
Rasanya sudah tak asing lagi di telinga kita tentang keberadaan Bank Syariah. Nah, apa sih Bank Syariah itu? dan pentingkah ia? kenapa ia penting? apa hubungannya dengan kita-kita ini?

Pasebania,
Kita hidup ada 2 interaksi, yakni interaksi antara kita dengan Tuhan, serta antara kita dengan makhluk Tuhan. Hubungan kita dengan Tuhan disebut Ibadah. Hubungan kita dengan manusia lain disebut Muamalah.

Kaidah prinsip Ibadah itu sederhana saja. Semua dilarang, kecuali ada ketentuan/ajarannya. Ibadah gak boleh kreatif. Sholat Subuh cukup 2 rakaat, gak kurang gak lebih. Sholat fardhu cukup 5 waktu, gak kurang gak lebih. Kali ini kita tidak akan bahas tentang prinsip ibadah. Kita hanya akan membahas tentang prinsip Muamalah.

Islam mengatur tegas interaksi berprinsip Muamalah. Muamalah yang bermakna transaksi antar manusia. Baik transaksi yang profit maupun nonprofit. Kalau ingin profit, ya tegaskan dan jalankan prinsip profit. Kalau ingin nonprofit, ya tegaskan dan jalankan prinsip nonprofit. Transaksi profit boleh diubah menjadi nonprofit. Tapi transaksi nonprofit tidak boleh diubah menjadi profit.

Kaidah prinsip Muamalah itu sederhana saja. Tinggalkan yang dilarang Syariah, selebihnya boleh dilakukan. Ada beberapa hal yang dilarang Syariah dalam bermuamalah, yakni: riba, penipuan, ketidakjelasan, ketidakpastian, suap, zhalim, tidak adil, gambling/spekulasi, maksiat, cacatnya akad, dan transaksi-transaksi yang mengandung zat haram.

Nah, Pasebania,
Bank Syariah adalah bank yang dijalankan berdasarkan asas Syariah. Bank Syariah termasuk dalam transaksi Muamalah. Oleh karena itu, kesyariahan bank Syariah diukur dengan seberapa mampu ia meninggalkan hal-hal yang dilarang Syariah dalam bertransaksi profit maupun nonprofit. Kedua transaksi tersebut diterapkan dalam sistem bank Syariah.

Apa beda bank Syariah dengan bank nonsyariah (bank konvensional)? Secara prinsip, bedanya tentu ada pada sisi ketaatan bank Syariah untuk meninggalkan yang dilarang Syariah. Kalo bank konvensional, tidak peduli dengan aturan-aturan Syariah dalam bertransaksi.

Nah, untuk menghindarkan diri dari yang dilarang Syariah sebagaimana yang disebutkan di atas, bank Syariah menjalankan prinsip transaksi yang dibenarkan Syariah terutama dalam rangka meraup profit, seperti transaksi jual beli barang, jual beli jasa, sewa menyewa, bagi hasil, dan jasa-jasa lain yang dibenarkan Syariah. Bank Syariah juga mengakomodir prinsip penitipan uang, yang diterapkan dalam skema produk tabungan.

Transaksi-transaksi di bank Syariah ini sangat berbeda dengan transaksi di bank konvensional. Sistem perbankan konvensional, pengambilan keuntungannya berdasarkan sistem bunga. Skema bunga, terlalu sama dengan skema Riba. Riba ini merupakan salah satu transaksi yang diharamkan secara tegas dan lugas dalam Alquran.

Meskipun banyak yang berpendapat bahwa bank Syariah dan bank konvensional sama saja skemanya (hanya beda istilah), namun bank konvensional tidak akan berani mengganti sistem yang berbasis bunga tersebut dengan sistem berbasis Syariah. Karena dampak skema dan resikonya sudah barang tentu sangat berbeda, baik bagi nasabah maupun bagi perusahaan.

Contoh sederhana, jika kita mengajukan pembiayaan di bank Syariah dengan prinsip jual beli (di Bank Konvensional disebut Kredit atau pinjam uang), maka kita akan mengetahui dengan pasti berapa nominal uang yang maksimal harus kita bayarkan kepada bank Syariah. Lain halnya jika kita mengajukan kredit di bank konvensional (misalnya untuk membeli rumah). Kita tidak akan pernah bisa memastikan di awal, berapa jumlah total uang yang harus kita kembalikan, sampai dengan kredit kita lunas. Semuanya tergantung dengan bunga dan suku bunga yang sangat mungkin berubah dari waktu ke waktu.

Tentu, sistem bank Syariah masih ada kekurangan di sana sini. Namun, gak usah kuatir, ada Dewan Pengawas Syariah dan Dewan Syariah Nasional yang selalu mengawasi konsep dan prakteknya. Beliau-beliau adalah ahli fikih, ahli Muamalah, ahli Alquran Hadis, ahli fikih teks dan kontekstual, jauh lebih alim (mengetahui) dibanding kita-kita ini mengenai konsep dan praktek yang benar dalam bermuamalah termasuk di dalam sistem perbankan Syariah.

Nah, untuk menjadi nasabah di Bank Syariah sederhana saja, cukup dengan syarat adanya KTP kita sudah bisa nabung di Bank Syariah. Untuk mengajukan pembiayaan di Bank Syariah, memang ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi. Bagaimana jika kita belum punya KTP namun pengen menjadi nasabah di bank Syariah? Gak usah kuatir, ajak orang tua kita menjadi nasabah bank Syariah, nanti kita pun bisa jadi nasabah bank Syariah juga.

Banyak sekali fitur produk di bank Syariah, hampir semua fasilitas yang ada di bank konvensional bisa ditemukan juga di bank Syariah. Mungkin di antara kita gak nyadar karena mungkin belum ada sosialisasi yang gencar dari para praktisi bank Syariah.

Pasebania,
Kita masih ketergantungan dengan yang namanya bank. Rasanya tidak ada di antara kita yang tidak bersinggungan dengan perbankan, minimal menggunakan uang (Rupiah) untuk bertransaksi. Rupiah adalah produk utama perbankan.

Nah, banyak sekali transaksi-transaksi haram yang dipraktekkan oleh bank konvensional. Banyak juga transaksi-transaksi di bank Syariah yang belum sempurna. Namun perlu dicamkan bahwa lebih baik menggunakan jasa dan layanan bank Syariah yang jelas menggunakan KONSEP dan PRAKTEK sesuai SYARIAH meskipun banyak kekurangan di sana sini, daripada menggunakan bank konvensional yang jelas-jelas MURNI RIBA.

Kata Hadis, dosa makan Riba itu seperti dosa seorang laki-laki menyetubuhi ibu kandungnya sendiri.Nah, serem kaan.. Yuk ke Bank Syariah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s