Strategi Bank Syariah Merebut Hati Nasabah

REPUBLIKA, Jumat, 07 Juli 2006 hlm 24

Strategi Bank Syariah Merebut Hati Nasabah

Oleh: Ahmad Ifham Sholihin, Business Development Executive, KARIM Business Consulting

Meskipun populasi Indonesia mayoritas Muslim, tidak mudah bagi perbankan syariah merebut hati nasabah. Masyarakat terlalu lama bersentuhan dengan perbankan konvensional sehingga banyak mempertanyakan perbankan syariah.

Hingga Maret 2006, aset bank syariah mencapai Rp 20.55 triliun atau baru 1.4 persen dibandingkan total aset bank konvensional. Sebagian dari kita menyadari bahwa sistem perbankan nonribawi atau sistem perbankan syariah lebih adil dan jauh dari unsur eksploitasi dan spekulasi. Namun, bukanlah hal yang mudah bagi bank syariah untuk merebut hati nasabah (personal maupun korporasi). Perlu strategi dan langkah yang sistematis, sosialisasi dan kampanye yang kontinyu serta dukungan dari berbagai pihak yang terkait seperti pemerintah, parlemen, Departemen Keuangan, Bank Indonesia, Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI, Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah (PKES), Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), konsultan, praktisi dan pihak-pihak lain yang terkait.

Strategi bank syariah untuk merebut hati nasabah ini bisa dilakukan dalam tiga tahapan. Pertama, dimulai dengan menyentuh sisi kognisi nasabah yaitu memberikan sosialisasi edukatif tentang realitas sistem dan produk perbankan syariah kepada nasabah melalui publikasi di berbagai media cetak, elektronik maupun dalam bentuk gathering, talkshow dan seminar publik. Pada tahapan ini diharapkan masyarakat mampu mengetahui dan aware tentang sistem perbankan syariah dan bagaimana sistem itu diterapkan. Diharapkan masyarakat juga memahami fungsi keberadaan perbankan syariah dari sisi personal maupun sosial.

Tahap kedua adalah menyentuh sisi emosional nasabah dengan memberikan gambaran menyeluruh tentang manfaat dan keuntungan memakai sistem perbankan syariah dari sisi bisnis (profit) maupun spirit sehingga masyarakat merasa bahwa sistem dan produk perbankan syariah ini memang baik dan layak untuk dipakai. Pada tahapan inilah yang dalam strategi public relation disebut dengan tahap pembentukan citra bank syariah dalam benak nasabah.

Hal terpenting yang harus dilakukan dalam tahap ini adalah perbankan syariah terlebih dulu memahami kebutuhan nasabah yang bisa dilakukan dengan riset pasar (marketing research). Setelah memahami apa yang menjadi kebutuhan nasabah, dilakukan strategi pembentukan citra bank syariah yang fokus, kreatif, dan konsisten.

Pembentukan citra bank syariah dimulai dengan memetakan persepsi masyarakat tentang perbankan syariah. Citra bank syariah yang ada dalam benak masyarakat bisa dioptimalkan menjadi titik pembangkit citra yang diinginkan.

Citra bank syariah yang diinginkan ini dibentuk dari realitas mendasar dan kredibel dari kondisi perkembangan perbankan syariah yang telah ada. Pembentukan citra yang tidak didasari dengan nformasi realitas dengan kredibilitas tinggi tentu akan menghasilkan citra yang lemah. Karena akan muncul banyak celah yang bisa dilihat oleh publik, termasuk pihak lain yang memiliki kepentingan berseberangan, untuk dengan mudah mengubah citra menjadi negatif.

Untuk meningkatkan citra yang baik yang melekat pada perbankan syariah, perlu juga institusi perbankan syariah melakukan kegiatan sosial, mengembangkan program-program pengembangan masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan kepada publik yang biasanya disebut dengan corporate social responsibility.

Citra bank syariah juga sangat dipengaruhi oleh sistem perbankan syariah itu sendiri, product knowledge para praktisi perbankan syariah maupun sikap dan perilaku sesuai syariah yang ditunjukkan para praktisi kepada nasabah.

Tahap ketiga adalah tahap aktivasi yang menyentuh sisi konasi nasabah dengan menggerakkan nasabah sampai mereka benar benar menggunakan sistem dan produk bank syariah. Keberadaan regulasi office channeling, sistem aplikasi IT yang proven untuk bank syariah, SDM (Sumber Daya Manusia) perbankan syariah yang handal, harus diimbangi dengan strategi persuasif dari semua pihak yang terkait dalam sistem perbankan syariah untuk mengajak masyarakat menggunakan sistem dan produk bank syariah, misalnya dengan mengadakan kampanye dan berbagai kegiatan massal di berbagai daerah seperti kegiatan Expo serta pemberian fasilitas lain yang memudahkan masyarakat untuk menjangkau layanan bank syariah. CEO gathering juga bisa dioptimalkan untuk menjaring nasabah korporasi.

Dengan strategi komprehensif yang melibatkan sisi kognisi, emosi, dan konasi nasabah (baik nasabah personal maupun korporasi), diharapkan perbankan syariah bisa tumbuh kembang dengan pesat dan bermanfaat bagi nasabah, sehingga nasabah bisa menjadikan sistem dan produk bank syariah sebagai sesuatu yang “good and for me”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s