Faktor Penentu Pertumbuhan Bank Syariah

Faktor Penentu Pertumbuhan Bank Syariah
Oleh: Ahmad Ifham Sholihin, Pakar Ekonomi Syariah

Tulisan ini dimuat di Republika, 28 Maret 2007

Lima belas tahun setelah berdirinya Bank Muamalat, total aset bank syariah di Indonesia mencapai Rp 26,95 triliun atau sekitar 1,58 persen dari market share. Total dana pihak ketiga (funding) mencapai Rp 20,51 triliun. Sedangkan total Pembiayaan (financing) mencapai Rp 20,22 triliun (FDR 98,6 persen) dan NPF yang cukup mengkhawatirkan yaitu 5,17 persen.

Dalam program akselerasinya, BI menargetkan aset bank syariah mencapai 5 persen dari market share pada tahun 2008. Optimisme peningkatan pertumbuhan dan perkembangan bank syariah ini cukup realistis, namun harus didukung oleh beberapa faktor penentu. Pertama adalah faktor Sumber Daya Manusia (SDM) yang andal. Industri perbankan syariah yang makin berkembang pesat harus diimbangi dengan penyediaan dan peningkatan kualitas SDM syariah.

Kenyataan di lapangan, saat ini masih banyak SDM bank syariah yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman yang baik dalam menjalankan operasional bank syariah. Tak jarang ditemui bahwa SDM bank syariah kurang bisa memberikan penjelasan yang benar dan akurat, sehingga akan menimbulkan keraguan bagi calon nasabah untuk menggunakan produk dan layanan bank syariah. Bahkan penjelasan yang sembrono akan memunculkan anggapan keliru tentang bank syariah, sehingga akan memengaruhi citra bank syariah.

Peningkatan kualitas SDM bank syariah bisa dilakukan dengan memberikan training hard skill tentang product knowledge secara kontinyu, dan secara periodik melakukan pembahasan atas permasalahan yang muncul di lapangan, dan memberikan pembekalan keterampilan soft skill kepada mereka. SDM yang ditempatkan di bank syariah sebaiknya adalah mereka yang memang memiliki semangat, kesungguhan, dan kompetensi untuk berkarir di bank syariah. Mereka memiliki nilai lebih karena harus bisa memahami sistem perbankan syariah yang notabene adalah sistem yang baru dan belum begitu familiar di masyarakat.

Faktor kedua adalah layanan prima (excellent service). Agar bisnis tetap berjalan, bank syariah harus bisa memberikan layanan yang excellent kepada nasabah. Nasabah harus dimengerti dan dilayani selangkah ke depan dari apa yang mereka harapkan. Kepuasan nasabah akan menimbulkan loyalitas nasabah dalam menggunakan produk dan layanan bank syariah. Untuk itu, SDM bank syariah di semua lini perlu memiliki keterampilan excellent service.

Layanan prima juga sangat ditunjang oleh kemudahan akses dan layanan berupa sistem teknologi informasi yang proven dan bisa memberikan berbagai fitur, fasilitas layanan yang memudahkan nasabah melakukan berbagai transaksi, misalnya dengan mobile banking. Adanya jaringan kantor yang bisa menjangkau ke berbagai pelosok daerah akan sangat memudahkan nasabah bisa melakukan transaksi dengan cepat dan akurat.

Office channeling merupakan salah satu kebijakan yang sangat menunjang bagi terjangkaunya layanan bank syariah ke berbagai wilayah. Sejak dimulainya kebijakan ini pada Maret 2006, saat ini sudah ada lebih dari 400 kantor yang melayani office channeling dengan total dana yang dihimpun lebih dari Rp 130 miliar.

Faktor ketiga adalah produk bank syariah yang kompetitif, dan menarik. Potensi diferensiasi, inovasi, keunikan, fungsi manfaat, dan keuntungan yang bisa didapat dari produk dan layanan bank syariah merupakan hal yang bisa menarik minat nasabah untuk memakainya.

Saat ini produk bank syariah yang paling diminati (dengan hampir 2 juta nasabah) adalah tabungan (mudharabah), namun volume terbesar dana pihak ketiga berasal dari deposito (mudharadah) yang mencapai 51,98 persen. Sedangkan pembiayaan terbesar adalah untuk jasa dunia usaha, perdagangan, restoran, dan hotel yang mencapai 44,7 persen.

Faktor keempat adalah peningkatan intensitas, kuantitas, dan kualitas sosialisasi. Sosialisasi bisa dimulai dengan memberikan awareness kepada masyarakat tentang perbankan syariah, membangun citra, dan dilanjutkan dengan kampanye sampai ke berbagai pelosok daerah dengan menggunakan strategi yang tepat dan mengoptimalkan berbagai media yang ada.

Adalah langkah yang positif jika saat ini di Indonesia sudah dibentuk Sharia PR Club. Setiap bank syariah juga sudah memiliki public relation officer atau sejenisnya yang in charge untuk program sosialisasi pada masing-masing institusi. Namun langkah ini tidak akan efektif jika tidak didukung dengan semangat kesungguhan dan kebersamaan dari berbagai pihak yang terkait untuk memajukan perbankan syariah sebagai sebuah industri dan bisnis.

Sosialisasi ini harus menyentuh semua sisi kognisi, emosi, dan konasi dengan melakukan aktivasi, sampai masyarakat benar-benar memakai produk dan layanan bank syariah. Bank syariah harus bisa proaktif menjemput bola baik untuk nasabah perorangan maupun korporasi. Dari sisi bisnis, program-program sosialisasi yang dijalankan dibuat sedemikian rupa sehingga bisa menghasilkan output yang bisa memberikan outcome bagi perusahaan. Program sosialisasi yang bagus tentunya bukan sekadar publikasi, namun bisa mendatangkan outcome dan profit bagi bank syariah.

Regulasi BI yang terus disesuaikan dengan kondisi dan prospek perbankan syariah ke depan, adanya dukungan dari pemerintah dan parlemen, performance ekonomi makro yang baik, dan faktor lain akan sangat menunjang laju pertumbuhan dan perkembangan industri perbankan syariah. Jika berbagai faktor tersebut diperhatikan dan dioptimalkan, bank syariah akan menjadi daya tarik dan pilihan utama bagi nasabah, baik yang perorangan, korporasi, maupun para investor. Bukan tidak mungkin, industri perbankan syariah akan mengalami peningkatan yang sangat cepat dari yang diperkirakan (unorganic growth).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s