Implementasi Mata Uang Dinar

# Penerapan standar emas (dinar) tidak bisa dilakukan secara instant, akan tetapi musti bertahap. Ada beberapa tahapan yang harus ditempuh.

# Menurut Tarek El Diwany, ada 4 tahap implementasi Dinar sebagai mata uang. Tahap pertama: mengkonversi besaran moneter ke dalam M0.

# Pada 1935 Irving Fisher pernah mengusulkan untuk menghilangkan proses penciptaan uang melalui perbankan.

# Cara yang diusulkan oleh Irving Fisher adalah dengan meningkatkan persentase require reserve ratios (RRR) sampai level 100%.

# Ini dapat dilakukan melalui—menurut  Fisher—disebut monetization of government debt or through unfunded reductions in taxation.

# Cara tersebut akan menginjeksi sejumlah monetary base ke dalam sistem perbankan.

# Proses injeksi tersebut  akan memicu tercapainya 100% RR dan kemudian menjadikan money supply ke dalam bentuk M0.

# Tahap kedua: mengkonversi token M0 ke dalam intrinsic M0. Setelah itu, baru kemudian uang emas bisa diedarkan ke masyarakat.

# Dalam proses ini, bank sentral meningkatkan cadangan emas sampai rasionya dengan paper money mencapai 100%.

# Tahap ketiga: menghubungkan sektor riil dan sektor moneter.

# Pemerintah membuka biro khusus yang berfungsi sebagai tempat menukarkan intrinsic medium (contohnya, gold bullion) ke bentuk koin emas.

# Tahap keempat: total konversi sebagai langkah untuk menghindari arbitrage opportunities.

# Sementara itu, ada beberapa langkah implementasi Dinar sebagai Mata Uang, yang diusulkan oleh Prof Umar Vadillo:

# (1) Menerbitkan dan mencetak dinar serta dirham dengan berat dan  ukuran yang sesuai deengan standard internasional.

# (2) Membebastotalkan pembelian, penjualan dan kepemilikan berapapun  jumlah dinar sesuai ketentuan hukum Islam,

# (3) Memfasilitasi transportasi dan transfer emas di perdagangan internasional melalui jaringan kerja dunia berupa agen yang ditunjuk.

# (4) Mengubah semua nota/uang kertas dengan dinar cetakan baru, dan mencabut ketentuan hak (privilege) atas uang kertas.

# Ada 4 langkah pembebasan total terhadap pembelian, penjualan, dan kepemilikan berapapun jumlah dinar dan dirham di dalam hukum Islam.

# Langkah pertama adalah kemandirian atau kebebasan untuk berniaga dalam bentuk emas serta untuk memilikinya.

# Sebagai langkah awal, setiap orang harus dapat membeli, menjual, mengimpor dan mengekspor emas berapapun jumlahnya.

# Ini termasuk penghapusan semua pajak yang memberatkan/merugikan pembelian atau penjualan emas dan perak.

# Langkah kedua, berupa kemandirian individu untuk menggunakan emas dalam seluruh transaksi ekonomi.

# Masyarakat harus menikmati kemandirian penggunaan emas saat membeli barang dan jasa, tanpa perantara uang kertas.

# Pendeknya, terdapat kemandirian resmi untuk memasyarakatkan kontrak-kontrak dalam bentuk emas.

# Langkah ketiga, menuju mata uang dwi logam: kemandirian individu untuk mencetak koin. Koin dapat dicetak oleh tukang emas atau yang lain.

# Tatkala ini sudah selesai, kita akan mencapai ”standar mata uang parallel”.

# Hal ini tidak akan membatasi transaksi resmi apapun, ataupun akan menghalangi pembiayaan (financing) dari pemerintah

# Langkah keempat, pemerintah memutuskan menjadikan mata uangnya dapat dengan bebas dikonversi dalam bentuk emas.

# Hal ini dapat saja diadopsi dari nilai yang unggul antara kedua jenis mata uang sebagai kesamaan resmi (legal parity).

# Dari momentum tersebut pemerintah akan menjamin secara mutlak (tanpa syarat) penukaran uang kertasnya ke dalam emas.

# Ini akan menjadi legalisasi mata uang emas yang secara bertahap menuju kemandirian.

# Langkah Kelima, terjadi pada saat tingkat serta nilai tukar antara nota uang kertas dan emas sudah dan tetap establish.

# Kesamaan resmi (legal parity) memastikan terjadinya penukaran mutlak sesuai dengan tingkat/nilai tersebut.

# Transaksi akhir menuju mata uang dwi logam akan dicapai jika pemerintah mengganti semua mata uang kertas.

# Mata uang kertas diganti dengan berbagai klasifikasi berbeda dengan dinar-dinar cetakan baru dan ekuivalensinya dalam dirham.

# Ada langkah sistematis lain untuk menuju 100% reserve gold standard seperti diungkapkan oleh Rothbard.

# First, fix the dollar to gold by raising the price of gold to equilibrate the Fed’s gold stock with its liabilities;

# Second, liquidate the fed’s assets and get the gold stock into the hands of private banks and individuals;

# Third, transfer all note-issue functions of the fed reserve and the treasury to private banks;

# Fourth, free the market for silver from any fixed value of gold;

# Fifth, eliminate the term dollar, replacing it with its weight in gold.

# This would serve as evidence that the monetary unit is actually gold represented by paper;

# Sixth and finally, move to private coinage of money.

# Yang harus dipertimbangkan dari proses tersebut adalah dampaknya bagi perekonomian khususnya bagi perbankan.

# Seperti dikatakan oleh Rasho: ”The key to understanding the transition problem comes from its impact on the banking system.

# Under a pure gold standard, citizens would not receive interest on their bank and checking deposits.

# Customers of banks would pay a fee to have their money stored for them.

# Paying this fee would be acceptable to customers because they know that their cash holdings would appreciate slightly over time.

# Since customers are no worse off holding their money in banks under a pure gold standard, so..

# no reason exists to believe that customers would remove their money from the bank.

# Because banks can no longer lend out large portions of this money, the velocity of money will drop sharply.

# After becoming accustomed to the new system, individu may decide that they dont need all of their savings account immediately redeemable.

# In that case, they will look to invest their money in search of higher returns, increasing the velocity of money.

# They could accomplishthis by allowing their money to be lent out to others.”

# Ketiga tahapan tersebut mempunyai fokus yang sama, yakni ke arah monetisasi dinar (emas).

# Monetisasi dinar tidak akan berhasil dengan baik tanpa adanya kerjasama di antara negara-negara yang akan mengimplementasikannya.

# Oleh sebab itu diusulkan tahapan-tahapan yang lebih realistis untuk konteks Indonesia, sehingga lebih feasible untuk dilaksanakan.

# Tahapan tersebut adalah (1) Dinar (emas) sebagai Mean of Payment kegiatan ubudiyah sebagai alat bayarnya.

# Contoh: sebagai alat bayar kewajiban zakat, dan kegiatan infak lainnya; alat bayar mahar kawin; alat bayar biaya naik haji.

# (2) Dinar (emas) sebagai alat investasi. Emas sebagai alat investasi telah lama dikenal oleh masyarakat.

# Selisih harga jual-beli emas perhiasan mencapai 20%, emas batangan mencapai 9%, emas dinar hanya 3%. Ini alternatif investasi menarik.

# Investasi dinar dapat mengurangi investasi valuta asing, sehingga mengurangi peluang spekulasi dalam transaksi forward dan swap.

# (3) Dinar (emas) sebagai valuta perbankan syariah sisi asset. Ini bisa dilakukan dengan meningkatkan produk gadai emas syariah.

# Ini berarti perbankan syariah telah melakukan 100% gold reserve karena setiap rupiah yang disalurkan kepada nasabah di back-up oleh emas.

# (4) Dinar (emas) sebagai valuta perbankan syariah sisi liabilities, misalnya menawarkan deposito dinar emas seperti deposito dolar.

# Saat ini deposito dolar yang ditawarkan oleh perbankan (kecuali bank asing) bukanlah dengan menerima fisik bank notes dolar.

# Lazimnya nasabah membeli dolar pada saat pembukaan deposito. Pada saat pencairan dalam bentuk dolar, nasabah kembali membeli dolar.

# Andai nasabah menyetorkan fisik bank notes dolar pada saat buka deposito, maka pada saat pencairannya, nasabah tetap harus membeli dolar.

# Dengan perlakuan yang sama, perbankan syariah dapat menawarkan deposito dinar emas.

# Pada saat membuka berarti nasabah membeli dinar emas, dan pada saat mencairkan berarti nasabah kembali membeli dinar emas.

# Jika saat pencairan, nasabah tidak ingin menerima dalam bentuk dinar emas (misal rupiah), maka yang sebenarnya terjadi adalah indeksasi.

# (5) Dinar (emas) sebagai cadangan valuta asing BI. Cadangan emas BI secara bertahap bisa ditingkatkan mencapai 20% dalam jangka panjang.

# (6) Dinar (emas) sebagai Unit of Account perdagangan internasional.

# Transaksi perdagangan internasional saat ini menggunakan US dolar sebagai Unit of Account meskipun settlementnya menggunakan uang lokal.

# Malaysia & Iran telah menggunakan dinar sebagai Unit of Account, meskipun dalam settlement nya tidak ada mobilitas emas antaranegara.

# Penggunaan dinar sebagai Unit of Account akan mengurangi ketergantungan terhadap dolar, dan menghindari fluktuasi nilai dolar.

-Multisumber-

One thought on “Implementasi Mata Uang Dinar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s