#Kultwit: Pemikir Ekonomi Islam – Sy Syatibi (W. 790 H/1388 M)

# Asy-Syatibi bernama lengkap Abu Ishaq bin Musa bin Muhammad al-Lakhmi al-Gharnati asy-Syatibi, dari suku Arab Lakhmi, besar di Granada.

# Asy-Syatibi mengemukakan konsep maqashid al-syariah. Tujuan syariah menurut asy-Syatibi adalah kemaslahatan umat manusia.

# Asy-Syatibi menjelaskan bahwa syariah berurusan dengan perlindungan mashalih, baik dengan cara yang positif, maupun dengan cara preventif.

# Menurut Asy-Syatibi, syariah melenyapkan unsur apa pun yang yang secara aktual atau potensial merusak mashalih.

# Menurut asy-Syatibi, kemaslahatan manusia bisa terealisasi jika agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta dapat diwujudkan dan dipelihara.

# Asy-Syatibi mengakui hak milik individu. Namun menolak kepemilikan individu terhadap sumber daya yang menguasai hajat hidup orang banyak.

# Dalam pandangan asy-Syatibi, pemungutan pajak harus dilihat dari sudut pandang maslahah (kepentingan umum).

# Pendapat Asy-Syatibi yang selaras dengan al-Ghazali dan Ibnu al-Farra’: pemeliharaan kepentingan umum adalah tanggung jawab masyarakat.

# Untuk kepentingan maslahah, pemerintah dapat mengenakan pajak baru, sekalipun pajak tersebut belum pernah dikenal dalam sejarah Islam.

# Menurut Asy-Syatibi, aktivitas ekonomi produksi, konsumsi, dan pertukaran merupakan kewajiban agama untuk kebaikan dunia akhirat.

#Menurut Asy-Syatibi, seluruh aktivitas ekonomi yang mengandung kemaslahatan bagi umat manusia disebut sebagai kebutuhan (needs).