First Step to Seize the Shariamarkets

First Step to Seize the Shariamarkets

Potensi pasar keuangan syariah sangat besar dan prospektif. Namun tak mudah memenangkannya. Ada beberapa hal yang harus dipatuhi sebelum Lembaga Keuangan Syariah (LKS) menerapkan strategi memenangkan pasar syariah.

Pertama, praktekkan konsep bisnis syariah secara taat. Inilah hal tersulit dari praktek operasional LKS. Ketergantungan terhadap  rezim ekonomi global tidak bisa dihindari sehingga mau gak mau LKS harus tunduk terhadap tolok ukur-tolok ukur keuangan berbasis bunga.

Kedua, bangun kredibilitas di mata publik. Kredibilitas muncul berdasarkan fakta. LKS memang ada dalam kondisi sulit dengan terpaksa mengadopsi produk model konvensional. Namun, bukan berarti LKS tak bisa punya kredibilitas di mata publik.

Hal terberat yang harus diakui oleh LKS adalah bahwa praktek LKS masih dekat dengan unsur riba. Di sisi lain, LKS sudah terlanjur janji bahwa praktek LKS adalah sesuai syariah, sehingga publik terlanjur punya harapan lebih terhadap keberadaan LKS. Inilah yang harus dikomunikasikan dengan tepat.

Ketiga, perhatikan betul aspirasi publik yang merupakan target market. Satu saja muncul persepsi negatif dari mereka akan berdampak signifikan terhadap keseluruhan industri.  Dan ingat juga bahwa persepsi muncul berdasarkan fakta yang ditemui di lapangan.

Saat ini sudah banyak persepsi negatif yang muncul terhadap LKS. Misalnya bahwa LKS itu ibarat daging babi yang dikalengin dan dilabeli halal. Sebuah perumpamaan yang mengerikan namun tak bijak jika LKS serta merta mengelak.

Keempat, introspeksi diri. Inilah hal terbaik yang harus dilakukan oleh LKS ketiga menanggapi persepsi negatif dari publik. Biarlah saja kritik datang terus sehingga LKS semakin banyak belajar untuk lebih dewasa menghadapi tantangan industri yang sangat kompetitif.

LKS harus menyadari bahwa memang banyak gap antara janji LKS, harapan publik dengan fakta praktek LKS di lapangan. Sekedar contoh bahwa praktek LKS tidak mungkin lepas dari unsur bunga jika masih menggunakan uang kertas.

Kenyataannya, LKS juga mau gak mau harus melirik BI Rate dalam menentukan tingkat imbal hasil. LKS tidak perlu mengelak dari hal ini. Kalaupun ada ide menggunakan rate sendiri, apakah bisa terhindar dari faktor yang biasa disebut sebagai “kompetitor” oleh LKS?

Saya yakin tidak bisa. Apalagi faktor “kompetitor” yang sering dijadikan alasan penggunaan BI Rate tersebut adalah sebuah sistem keuangan berbasis bunga yang bahkan merupakan tempat bernaung LKS (jika masih mau beroperasi).

Kelima, sudah saatnya LKS tidak melulu menomorsatukan keunggulan (nilai lebih) dari sisi akad, skema/alur operasional yang sudah sesuai syariah. LKS harus segera menunjukkan keunggulan-keunggulan lain. Satu-satunya nilai lebih yang harus bisa ditunjukkan tinggal Excellent Service.

Perlu kerja keras jika ingin mewujudkan sebuah LKS bernilai lebih dibanding lembaga keuangan konvensional. Tahap awal ini akan menjadi milestone pertama untuk merancang strategi teknis memenangkan pasar keuangan syariah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s