#Kultwit: Ekonomi Islam masa Rasulullah SAW

# Praktek Ekonomi dan Fiskal dalam Islam dimulai sejak masa kenabian (Muhammad saw) dan masa Al Khulafa Ar Rasyidun.

# Dibanding periode Mekkah, Islam menjadi kekuatan politik pada periode Madinah. Rasulullah adalah kepala Negara di samping pemimpin agama.

# Setibanya di Madinah, yang pertama dilakukan oleh Rasulullah: mendirikan masjid (Nabawi) sebagai asas utama/terpenting masyarakat muslim.

# Masjid Nabawi: tempat pertemuan parlemen, sekretariat negara, mahkamah agung, markas tentara, pusat pendidikan juru dakwah, baitul mal.

# Rasulullah memperbaiki kehidupan sosial dan ekonomi kaum Muhajirin (penduduk Mekkah yang hijrah ke Madinah).

# Rasulullah menanamkan tali persaudaraan agama (ukhuwah islamiyah) antara kaum Muhajirin dan Anshar (penduduk muslim Madinah).

# Ukhuwah Islamiyah diwujudkan dengan bantuan materiil dari Anshar kepada Muhajirin sampai Muhajirin memperoleh mata pencaharian baru.

# Setelah mendirikan masjid dan mempersaudarakan Muhajirin dan Anshar, Rasulullah menyusun Konstitusi Kedaulatan Negara Madinah.

# Konstitusi Negara Madinah menegaskan hak dan kewajiban setiap warga Negara (muslim/nonmuslim), sistem pertahanan dan keamanan negara.

# Setelah membenahi sistem sosial, politik, pertahanan, keamanan negara, Rasulullah meletakkan dasar sistem keuangan negara sesuai Alquran.

# Dasar sistem keuangan negara masa Rasulullah menggunakan paradigma nilai Qurani, yakni persaudaraan, persamaan, kebebasan, dan keadilan.

# Prinsip Ekonomi Islam yang paling mendasar adalah kekuasaan tertinggi hanya milik Allah. Manusia sebagai khalifah-Nya di muka bumi.

# Ekonomi Islam memandang kehidupan ruhiyah dan jasmaniyah sebagai satu kesatuan utuh yang tidak terpisahkan.

# Islam tak membatasi kepemilikan pribadi, alat produksi, barang dan perdagangan, tapi melarang perolehan kekayaan secara ilegal dan amoral.

# Islam menentang aktivitas menimbun kekayaan atau pengambilan keuntungan tidak layak dari kesulitan orang lain atau penyalahgunaannya.

# Kesuksesan seseorang terwujud jika dilalui dengan kerja keras, ketekunan dan kesabaran disertai dengan doa yang tidak pernah terputus.

# Islam melarang dan menghukum pelaku perjudian, penimbunan harta/kekayaan, spekulasi, penyeludupan, pasar gelap, korupsi, bunga, dan riba.

# Islam melarang penumpukan kekayaan oleh sebagian kecil individu/kelompok. Harta tidak boleh diputar hanya di kalangan orang kaya saja.

# Jika muslim meninggal dunia, semua harta milik yang telah bersih dari seluruh kewajiban dan utang, harus dibagikan kepada ahli warisnya.

# Muslim hanya diperkenankan berwasiat sebanyak sepertiga dari harta yang telah bersih kewajiban dan utangnya. Sisanya untuk ahli waris.

# Islam melarang eksploitasi antara miskin dan kaya, penjual dan pembeli, majikan dan buruh, laki-laki dan wanita, atau atasan dan bawahan.

# Ketika melarang praktek ribawi, Islam memerintahkan sedekah (wajib dan sunnah) yaitu membelanjakan sebagian pendapatan di jalan Allah.

# Awal Madinah berdiri, hampir tidak punya sumber pemasukan negara. Seluruh tugas negara dilaksanakan secara gotong royong dan sukarela.

# Untuk memenuhi kebutuhan hidup diri dan keluarganya, muslim Madinah memperoleh pendapatan dari berbagai sumber yang tidak terikat.

# Pada awal berdiri Negara Madinah, Rasulullah tidak memperoleh gaji dari Negara/masyarakat, kecuali hadiah kecil berupa bahan makanan.

# Dan ketika mendapat hadiah, Rasulullah sering langsung memberikan hadiah yang diterimanya itu kepada masyarakat yang membutuhkan.

# Sahabat yang membantu keperluan rumah tangga Rasulullah serta mengurus tamu adalah Bilal bin Rabah. Tamu Rasulullah adalah kaum miskin.

# Tamu Rasulullah diberi makanan dan pakaian. Ketika tak ada uang, Bilal pinjam uang dari Yahudi yang kemudian dibayarkan oleh Rasulullah.

# Rasulullah juga kadang membiayai perjalanan tamunya dan memberikan hadiah. Tradisi ini dilanjutkan pada masa kekhalifahan.

# Pada masa Rasulullah, belum ada tentara formal dan tetap. Setiap muslim yang memiliki fisik kuat dan mampu berperang bisa menjadi tentara.

# Tentara muslim tidak mendapatkan gaji tetap namun boleh mendapatkan bagian harta rampasan perang: senjata, kuda, unta, dan lainnya.

# Pada tahun kedua Hijriyah, Allah menurunkan surat al-Anfal (Rampasan Perang). Allah menentukan tata cara pembagian harta ghanimah.

# Seperlima ghanimah (khums): untuk Allah dan Rasul-Nya yaitu negara dan kesejahteraan umum, kerabat, anak yatim, fakir miskin, dan musafir.

# Rasulullah membagi khums untuk: (1) diri dan keluarganya, (2) kerabatnya, (3) anak yatim, fakir miskin dan musafir.

# Empatperlima ghanimah dibagikan kepada pasukan perang. Penunggang kuda menerima dua bagian, yakni untuk diri sendiri dan kudanya.

# Pada tahun kedua Hijriyah, Allah swt mewajibkan kaum muslimin menunaikan zakat fitrah pada setiap bulan Ramadhan, sebelum shalat Id.

# Besar zakat: 1 sha’ kurma, tepung, keju lembut, atau kismis; atau setengah sha’ gandum. Zakat wajib bagi setiap muslim.

# Setelah perekonomian kaum muslimin stabil, tahap selanjutnya Allah swt mewajibkan zakat mal (harta) pada tahun kesembilan Hijriyah.

# Sebagian besar ahli hadis cenderung berpendapat bahwa zakat mal telah diwajibkan sebelum tahun kesembilan Hijriyah.

# Sebelum diwajibkan, zakat bersifat sukarela, yakni hanya berupa komitmen perorangan tanpa ada aturan khusus atau batasan-batasan hukum.

# Rasulullah membuat peraturan zakat meliputi sistem pengumpulan, barang kena zakat, batas bebas zakat, dan persentase zakat.

# Pengumpulan zakat bukan pekerjaan purnawaktu dan petugasnya tidak diberi gaji resmi tetapi memperoleh bayaran tertentu dari dana zakat.

# Pendapatan lain yang diperoleh kaum muslimin pada masa awal pemerintahan ini berasal dari hasil tebusan para tawanan perang Badar.

# Jika tidak mampu menebus, Rasulullah meminta tawanan yang miskin untuk mengajar membaca kepada 10 orang anak muslim.

# Hingga awal tahun keempat Hijriyah, pendapatan negara masih sangat kecil. Kekayaan pertama negara diperoleh dari Bani Nadhir.

# Bani Nadhir adalah suku Yahudi yang tinggal di pinggiran Madinah tetapi melanggar perjanjian dan berusaha membunuh Rasulullah.

# Nabi meminta Bani Nadhir meninggalkan kota, tapi mereka menolaknya. Nabi mengerahkan tentara dan mengepung mereka sampai mereka menyerah.

# Bani Nadhir menyerah, meninggalkan kota membawa harta bendanya sebanyak daya angkut unta mereka, kecuali beberapa peralatan perang.

# Rasulullah membagikan harta Bani Nadhir sebagian besar kepada kaum Muhajirin dan 2 orang Anshar miskin: Sahal bin Hanif dan Abu Dujanah.

# Mukhairik (Bani Nadhir) masuk Islam, memberikan tujuh kebunnya kepada Rasulullah dan oleh Rasulullah dijadikan sebagai tanah wakaf.

# Tanah Mukhairik (Bani Nadhir) yang diberikan kepada Rasulullah dan Rasulullah mewakafkannya, merupakan wakaf pertama dalam sejarah Islam.

# Pada tahun ke-7 Hijriyah, muslimin menguasai Khaibar karena penduduknya menentang dan memerangi kaum muslimin.

# Penduduk Khaibar menyerah dengan syarat dan berjanji meninggalkan tanahnya. Syarat yang mereka ajukan diterima oleh Rasulullah.

# Kaum Khaibar minta izin tinggal mengolah tanahnya. Rasulullah mengijinkan dan memberikan setengah bagian dari hasil panen kebun mereka.

# Pada masa pemerintahannya, Rasulullah juga menerapkan jizyah yaitu pajak yang dibebankan kepada non-muslim, khususnya ahli kitab.

# Jizyah diberlakukan sebagai jaminan perlindungan jiwa, harta milik, kebebasan menjalankan ibadah, serta pengecualian dari wajib militer.

# Besarnya jizyah adalah satu dinar per tahun untuk setiap orang laki-laki dewasa yang mampu membayarnya.

# Perempuan, anak-anak, pengemis, pendeta, orang tua, penderita sakit jiwa, dan penderita penyakit lain tidak diwajibkan membayar Jizyah.

# Pada masa Rasulullah dan Sahabat, pembayaran pajak tidak harus berupa uang tunai, tetapi dapat berupa berbagai barang lainnya.

# Rasulullah juga menerapkan sistem kharaj, yakni pajak tanah yang dipungut dari kaum non-muslim ketika wilayah Khaibar ditaklukkan.

# Tanah kharaj diambil alih oleh kaum muslimin dan pemilik lamanya diberi hak untuk mengolah tanah tersebut dengan status sebagai penyewa.

# Sebagian hasil produksi tanah kharaj diberikan kepada negara. Jumlah kharaj dari tanah ini adalah tetap: setengah dari hasil produksi.

# Jizyah dan kharaj sudah ada pada masa kekaisaran Romawi. Islam mengadopsi kedua sistem pajak tersebut sesuai dengan prinsip keadilan.

# Kharaj dibayar oleh orang-orang nonmuslim seperti halnya dengan kaum muslimin membayar ushr dari hasil pertanian dan berbagai pajak lain.

# Ushr dikenakan kepada pedagang sebagai bea impor, dibayar sekali/tahun, berlaku terhadap barang yang bernilai lebih dari 200 dirham.

# Dalam ushr, tingkat bea yang dikenakan untuk pedagang nonmuslim yang dilindungi (ahl al-dzimmi) = 5%, untuk pedagang muslim = 2,5%.

# Pemerintah pusat hanya berhak menerima keuntungan bila ada surplus yang tidak dapat didistribusikan lagi kepada orang-orang yang berhak.

# Zakat dikenakan pada benda logam yang terbuat dari emas dan perak seperti koin, perkakas, perhiasan atau dalam bentuk lainnya.

# Zakat juga dikenakan pada ternak, seperti unta, sapi, domba dan kambing; berbagai jenis barang dagangan, termasuk budak dan hewan.

# Zakat juga dikenakan pada hasil pertanian, termasuk buah-buahan; luqathah, harta benda yang ditinggalkan musuh; dan barang temuan

# Zakat emas dan perak ditentukan berdasarkan beratnya. Binatang ternak yang digembalakan secara bebas ditentukan berdasarkan jumlahnya.

# Zakat barang dagangan, tambang, dan luqathah ditentukan dari nilai jualnya. Hasil pertanian dan buah-buahan ditentukan dari kuantitasnya.

# Rasulullah menetapkan nisab, yakni batas minimal dari kuantitas atau nilai barang atau jumlah barang atau ternak yang wajib dizakati.

# Jadi, sumber pendapatan (income) Negara dari kaum non muslim: Jizyah, Kharaj, Ushr (5%).

# Sumber income Negara dari kaum muslim: Zakat, Ushr (5-10%), Ushr (2,5%), Zakat Fitrah, Wakaf, Amwal Fadilah, Nawaib, Shadaqah lain, Khums.

# Sumber income Negara umum: Ghanimah, Fai, Uang tebusan, Pinjaman dari kaum muslim/nonmuslim, Hadiah dari pemimpin/pemerintah negara lain.

# Amwal fadilah: harta benda muslim yang meninggal tanpa ahli waris atau harta muslim yang murtad dan pergi meninggalkan negaranya.

# Wakaf: harta benda yang didedikasikan oleh seorang muslim untuk kepentingan agama Allah dan pendapatannya akan disimpan di Baitul Mal.

# Nawaib: pajak khusus kepada muslim kaya raya untuk menutupi pengeluaran negara dalam masa darurat. Ini pernah terjadi pada perang Tabuk.

# Kafarat: denda atas kesalahan yang dilakukan oleh seorang muslim pada saat melakukan kegiatan badah, seperti berburu pada musim haji.

# Sementara itu, pengeluaran negara selama masa pemerintahan Rasulullah digunakan untuk hal-hal primer maupun sekunder.

# Pengeluaran Primer Negara -> Biaya pertahanan seperti persenjataan, unta, dan persediaaan; Pembayaran upah para sukarelawan.

# Pengeluaran Primer Negara -> Pembayaran utang Negara; bantuan untuk musafir (dari daerah fadak).

# Pengeluaran Primer Negara -> Penyaluran zakat dan ushr kepada yang berhak menerimanya menurut ketentuan Alquran, termasuk amil zakat.

# Pengeluaran Primer Negara -> Pembayaran gaji untuk wali, qadi, guru, imam, muadzin, dan pejabat negara lainnya.

# Pengeluaran Sekunder Negara -> Bantuan untuk orang yang belajar agama di Madinah; Hiburan untuk para delegasi keagamaan.

# Pengeluaran Sekunder Negara -> Hiburan untuk para utusan suku & negara serta biaya perjalanan mereka; Hadiah untuk pemerintah negara lain.

# Pengeluaran Sekunder Negara -> Biaya pembebasan kaum muslimin yang menjadi budak; Persediaan darurat (sebagian dari pendapatan Khaibar).

# Pengeluaran Sekunder Negara -> Pembayaran denda atas mereka yang terbunuh secara tidak sengaja oleh pasukan kaum muslimin.

# Pengeluaran Sekunder Negara -> Pembayaran utang orang yang meninggal dalam keadaan miskin; Pembayaran tunjangan untuk orang miskin

# Pengeluaran Sekunder Negara -> Pengeluaran rumah tangga Rasulullah dan kerabatnya (80 butir kurma, 80 butir gandum untuk setiap istrinya).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s