Zakat Biaya – Biaya Cadangan

Zakat Biaya-Biaya Cadangan

Yang dimaksud dengan istilah ini adalah sejumlah dana yang disisihkan dari penghasilan bersih yang dapat didistribusikan untuk menunjang kondisi perusahaan atau untuk pendanaan kegiatannya pada masa mendatang ataupun untuk mengimplementasikan peraturan pemerintah.

Di antara contoh cadangan tersebut adalah sbb.: (i) Cadangan untuk suatu peraturan yang bersifat mengikat (ii) Cadangan untuk peraturan yang bersifat opsional (iii) Cadangan untuk penggantian barang-barang modal (iv) Cadangan untuk modal dasar. Dalam pelaksanaan biaya-biaya cadangan ini harus diperhatikan aturan-aturan pelaksanaan dan kaidah-kaidah akuntansi yang berlaku umum. Biaya-biaya ini akan tampak dalam daftar keuangan pusat pada poin hak milik.

Cara penaksiran nilainya menurut hukum Islam:

Biaya-biaya cadangan ini dianggap sebagai hak milik para pemegang saham, karena bersumber dari keuntungan yang sudah merupakan hak mereka, sesuai dengan jumlah aset yang tertulis dalam daftar. Biaya-biya cadangan ini tidak dapat dipotong dari barang-barang zakat, karena termasuk keuntungan yang disisihkan untuk para pemegang saham, pemilik perusahaan atau untuk perusahaan itu sendiri, oleh sebab itu tidak termasuk dalam ikatan-ikatan yang harus dibayar.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s