Perdagangan Luar Negeri

Perdagangan luar negeri dalam Islam tidak berlaku atas barang namun berlaku atas agama dan kewarganegaraan pelaku perdagangan. Demikian pula halnya dengan penetapan ‘usyur. Seorang muslim akan dikenakan tarif 2,5% dari nilai perniagaan mereka. Nilai tersebut merupakan zakat perdagangan yang wajib ditunaikan sekali dalam setahun.

Dengan catatan nilai harta perdagangannya telah mencapai nishab yakni senilai 29 mitsqal emas (85 gram emas) atau sebesar 200 dirham (595 gram perak) dan telah mencapai setahun (haul). Jika dalam tahun berjalan ia telah mengeluarkan zakat perdagangannya atau kurang dari nisab dan atau belum sampai setahun, ia tidak dikenakan usyur. Karena statusnya sebagai harta zakat, ‘usyur atas kaum muslimin tidak boleh ditambah ataupun dikurangi.

Demikian pula peruntukan harta tersebut–sebagaimana harta zakat yang lain–terbatas kepada delapan golongan penerima zakat. Di dalam baitul maal ia ditempatkan pada pos Zakat. Adapun untuk ahlu adzimmah, nonmuslim yang menjadi warga negara Islam, besar tarifnya diserahkan pada ijtihad khalifah atau klausul perjanjian Khalifah dengan mereka.

Pada masa Umar misalnya, ahlu dzimmah dikenakan tarif sebesar . usyur atau 5% dari nilai harta perdagangan mereka. Nilai tersebut merupakan hasil perjanjian damai dan kesepakatan mereka dengan Umar bin Khattab. Oleh karena itu, jika Khalifah dan ahlu dzimmah menyepakati besaran tarif misalnya 1/10, 1/3, ., . atau lebih besar atau lebih kecil daripada itu, kesepakatan tersebut harus dijalankan.

Ketentuan ini didasarkan antara lain pada riwayat Abu Yusuf: Dari Anas bin Malik berkata: “Umar bin Khattab mengutus saya untuk menjadi (petugas) ‘usyur dan membuat perjanjian dengan saya untuk mengambil dari harta perniagaan kaum muslim seperempat dari usyur (sepersepuluh), ahlu dzimmah setengah usyur, dan ahlu al-harb sebanyak sepersepuluh.

Namun, jika negara Islam melakukan kesepakatan dengan Negara tertentu tentang besaran tarif perdagangan, wajib untuk menaati kesepakatan tersebut dengan mengenakan tarif kepada pedagang mereka sesuai dengan kesepakatan yang berlaku.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s