Aliran-aliran Ushul Fiqh

Aliran-aliran Ushul Fiqh

A. Aliran Syafi’iyah atau Mutakallimin

Disebut aliran Syafi’iyah karena Imam Syafii adalah tokoh pertama yang menyusun ushul fiqh dengan menggunakan sistem ini. Disebut mutakallimin karena dalam metode pembahasannya menggunakan falsafah dan mantiq dan tidak terikat pada mazhab tertentu Dan mereka yang banyak memakai metode ini berasal dari ulama mutakallimin.

Ciri Aliran Syafi’iyah/Mutakallimin

Dalam menyusun ushul fiqh aliran ini menetapkan Kaedah dengan didukung oleh alasan-alasan yang kuat, baik Al-quran, Sunnah maupun akal pikiran.

Penyusunan kaedah tidak terikat kepada penyesuaian dengan furu’ (masalah hukum), sehingga persoalan furu’ bisa dikuatkan dengan kaedah dan Adakalanya melemahkan furu’ mazhab.

B. Aliran Hanafiyah

Dalam menyusun ushul fiqh, aliran ini banyak mempertimbangkan masalah furu’ yang terdapat dalam mazhab mereka. Mereka menyusun ushul fiqh hanya untuk memperkuat pendapat mazhab yang mereka anut. Oleh karena itu, sebelum mereka menyusun kaedah, terlebih dahulu mereka menganalisis secara mendalam terhadap hukum furu’ yang ada dalam mazhab mereka

Ciri Aliran Hanafiyah

Ciri lain aliran Hanafiyah ini ialah bahwa kaedah yang disusun dalam ushul fiqh semuanya bisa diterapkan,Hal ini logis karena mereka telah terlebih dahulu menyesuaikannya dengan hukum furu’ yang ada dalam mazhab mereka

C. Aliran Mutaakhkhirin

Aliran yang menggabungkan kedua metode yang dipakai Syafi’iyah dan Hanafiyah. Mereka melakukan tahqiq terhadap kaedah yang dibuat kedua aliran di atas,Lalu meletakkan dalil-dalil dan argumentasi untuk Mendukung aliran mereka dan berusaha Menerapkannya pada furu’ fiqhiyyah

Kitab Ushul Fiqh yang menggunakan metode Aliran ini ialah :

Jam’ul Jawmi’ oleh Imam As-Subky (w.771H)

At-Tahrir oleh kamal bin Kamal Al-hanafi (w.861 H)

Irsyadul Fuhul oleh Asy-Syawkany (w.1255)

Ushul Fiqh oleh Khudry Beik (1345 H)

Ilmu Ushul Fiqh oleh A.Wahhab Khallaf

Ushul Fiqh oleh Muhammad Abu zahroh

Pengaruh Mantiq Aristo

Ar-Risalah Imam Syafii banyak menggunakan metode deduksi filsafat, yaitu menyusun kaedah-kaedah kulliyah (umum) yang dapat diaplikasikan dalam masalah-masalah juz’iy (khusus), Karena itu ada yang menilai Syafii terpengaruh filsafat Aristo,

Metode qiyas yang paling banyak dikembangkan Syafii, mirip dgn Sillogisme Filsafat Yunani, Namun anggapan itu kurang kuat, karena Imam Syafii sendiri membenci filsafat Aristo (As-sami an-Nasiy 1978 : 70)

Meskipun Ushul Fiqh Imam Syafii belum dipengaruhi teori filsafat Aristo, tetapi pada perkembangan selanjutnya, para pengikutnya mulai mewarnai ushul fiqh dengan corak pemikiran kalam yang bernuansa filsafat. Ulama yang paling getol menerima mantiq adalah Al-Ghazali.dalam muqaddimah kitab Al-Mustashfa ia secara jelas mengemukakan teori-teori manthiq.Ia mengatakan bahwa manthiq Aristo sebagai syarat ijtihad dan fardhu kifayah mempelajarinya.Ia mengatakan: “Siapa yang tidak mengetahui manthiq, maka tak dipercayai Ilmunya”. Masuknya pengaruh manthiq Aristo ke dalam ushul fiqh dimulai semenjak Al-Juwaini (Imam Al-Harmain). Pengaruh ini terjadi sejak abad ke 5 H dan karena itu banyak ulama yang tidak setuju dengan Al-Ghazali. Ulama yang paling keras menentangnya adalah Ibnu Taymiyah dan Ibnu Shalah (643H), juga Imam Nawawi

Pada abad 8 H, muncul Abu Ishak Asy-Syatibi (w.790H) dengan bukunya Al-Muwafaqat. Pemikirannya yang sangat brlian adalah Maqashid asy-Syari’ah, yaitu memperhatikan tujuan-tujuan syari’ah dalam menetapkan hukum, selain memperhatikan aspek-aspek kebahasaan.

Setiap permasalahan dan kaedah-kaedah kebahasaan yang ia kemukakan senantiasa dikaitkan dengan Maqashid Syari’ah dalam menetapkan hukum. Dengan demikian, ia memberikan warna baru ang jauh lebih komprehensif di bidang ushul fiqh yang selama ini kurang menjadi perhatian para ulama.

Para ahli ushul fiqh komtemporer menganggap kitab Al-Muwafaqat tulisan Asy-Syatibi ini sebagai kitab Ushul Fiqh yang komprehensif dan akomodatif untuk zaman sekarang. Hampir seluruh pakar ekonomi Islam dewasa ini menggunakan teori maqashi Syari’ah Asy-Syatibi,seperti Umar Chapra, Masusudul Alam Chuodhury, M.N.Shiddiqy, dll.

Sumber: Agustianto

One thought on “Aliran-aliran Ushul Fiqh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s