Fit and Proper Test Bank Syariah

Fit and Proper adalah evaluasi terhadap integritas pemegang saham pengendali serta evaluasi terhadap integritas, kompetensi, dan independensi pengurus dalam mengendalikan kegiatan operasional bank.

Fit and Proper Test Bank Syariah merupakan uji kemampuan dan kepatutan pada bank syariah. Bank Indonesia melakukan uji kemampuan dan kepatutan terhadap: (a) calon Pemegang Saham Pengendali (PSP), calon anggota Dewan Komisaris, calon anggota Direksi Bank Syariah dan pihak-pihak yang dicalonkan menjadi Direktur UUS; (b) PSP, anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi dan Pejabat Eksekutif Bank Syariah dalam hal terdapat indikasi bahwa yang bersangkutan memiliki peranan atas terjadinya pelanggaran atau penyimpangan, termasuk tindakan fraud (penipuan, penggelapan dan/atau kecurangan) dalam kegiatan operasional bank syariah; dan (c) Direktur UUS dan Pejabat Eksekutif UUS dalam hal terdapat indikasi bahwa yang bersangkutan memiliki peranan atas terjadinya pelanggaran atau penyimpangan, termasuk tindakan fraud (penipuan, penggelapan dan/atau kecurangan) dalam kegiatan operasional UUS. Uji kemampuan dan kepatutan terhadap calon PSP adalah untuk memperoleh keyakinan bahwa calon PSP memiliki:

(1) integritas, yaitu (a) memiliki akhlak dan moral yang baik, antara lain ditunjukkan dengan sikap mematuhi ketentuan yang berlaku baik yang tertulis maupun tidak tertulis, termasuk tidak pernah dihukum karena terbukti melakukan tindak pidana; (b) memiliki komitmen untuk mematuhi peraturan perbankan syariah dan peraturan perundang-undangan lain yang berlaku; (c) memiliki komitmen untuk mendorong Direksi mengembangkan bank syariah yang sehat dan tangguh (sustainable); (d) tidak termasuk dalam Daftar Kepatutan dan Kelayakan (Daftar Tidak Lulus); dan (e) tidak sedang menjalani proses uji kemampuan dan kepatutan.

(2) kelayakan keuangan, yaitu memiliki kemampuan keuangan yang dibuktikan dengan antara lain: (a) memiliki sumber penghasilan utama yang dapat mendukung perkembangan bisnis bank syariah dalam jangka menengah dan jangka panjang; (b) tidak pernah dinyatakan pailit atau menjadi pemegang saham, anggota Dewan Komisaris atau anggota Direksi suatu perseroan dan/atau anggota pengurus suatu badan hukum lainnya yang dinyatakan bersalah menyebabkan suatu perseroan dan/atau badan hukum lainnya dimaksud dinyatakan pailit berdasarkan ketetapan pengadilan, dalam waktu 5 (lima) tahun terakhir sebelum dicalonkan; (c) tidak memiliki utang yang bermasalah, termasuk tidak tercantum dalam daftar kredit macet; dan (d) kesediaan untuk melakukan upaya-upaya yang diperlukan agar bank syariah dapat mengatasi kesulitan permodalan maupun likuiditas.

Langkah-langkah yang dilakukan dalam Uji kemampuan dan kepatutan adalah sebagai berikut: (a) pengumpulan data dan informasi; (b) pelaksanaan pemeriksaan khusus; (c) konfirmasi hasil pemeriksaan kepada pihak-pihak yang dinilai dan/atau pihak terkait lainnya; (d) penyampaian hasil penilaian pertama kepada pihak-pihak yang dinilai dan pihak terkait lainnya; (e) penerimaan atas tanggapan pertama dari pihak-pihak yang dinilai dan pengkajian atas tanggapan tersebut; (f ) penyampaian hasil penilaian kedua kepada pihak-pihak yang dinilai; (g) penerimaan atas tanggapan kedua dari pihak-pihak yang dinilai dan pengkajian atas tanggapan tersebut; dan (h) penetapan dan pemberitahuan hasil akhir uji kemampuan dan kepatutan oleh Bank Indonesia.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s