Perbedaan antara Fikih dan Ushul Fikih

Perbedaan fiqh dan ushul fiqh antara lain:

Pertama, Obyek fiqih adalah perbuatan mukallaf, sedangkan obyek ushul fiqih adalah dalil-dalil syar’i. Contoh: mengambil bunga tabungan di bank konvensional adalah riba. Ini adalah obyek bahasan fiqh, karena mengambil bunga tabungan adalah perbuatan mukallaf. Sedangkan dalil keharaman tersebut adalah dalil Alquran 2: 275. “Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”. Ketika sesorang membicarakan dalil keharaman bunga, sebenarnya ia telah masuk kepada wilayah ushul fiqh.

Contoh obyek kajian ushul fiqh:

وأقيمواالصلاة

(Kamu dirikanlah shalat)

Ayat tersebut adalah dalil perintah shalat. Dalil inilah yang menjadi obyek kajian ushul fiqh. Mengeluarkan hukum dari dalil itu didasarkan pada kaidah:

الأصل في الأمر للوجوب

Artinya: “Pada prinsipnya, perintah itu menunjukkan wajib”

Kedua, fiqh itu adalah produk dan hasil kerja dari ushul fiqh, sedangkan ushul fiqh adalah alat untuk menghasilkan produk tersebut. Contoh: wajibnya shalat adalah ketentuan hukum fiqh. Sedangkan alat (kaidah) yang digunakan untuk menetapkan wajibnya shalat adalah:

الأصل في الأمر للوجوب

Pada prinsipnya, perintah itu menunjukkan wajib.

Sumber: Agustianto

One thought on “Perbedaan antara Fikih dan Ushul Fikih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s