Obyek Kajian Ushul Fiqh

Obyek Kajian Ushul Fiqh

Para ulama ushul fiqh mengemukakan, objek kajian ushul fiqh adalah:

a. Sumber-sumber Hukum Islam; Al-quran, Sunnah, Ijma’, qiyas, maslahah, istihsan, sadduz zari’ah, mazhab shahabi,’urf, qaul shahaby, dll.

b. Metode penggalian hukum dari sumbernya. Seperti menetapkan hukum wajibnya shalat dari ayat perintah shalat 2:43 dengan menggunakan kaedah : ”Pada dasarnya setiap perintah itu menunjukkan wajib”.

الأصل في الأمر للوجوب

c. Pernyaratan orang yang berwenang melakukan istimbath hukum

d. Kaedah-kaedah

Contoh: Kaedah bahasa, yaitu Lapaz nakirah yang jadi nafi (negatif), mengandung pengertian umum. La Shalata liman lam yaqra bi-fatihatil kitab (tidak sah shalat tanpa membaca fatihah)

Contoh kaedah: العبرة بعموم اللفظ لا بخصوص السبب

Artinya: Yang diperhatian adalah keumuman lapaz, bukan kekhususan sebab.

Larangan riba pada surah 2:278 mengenai kasus Bani Tsaqif, namun ayat itu berlaku umum untuk semua ummat Islam, karena yang dilihat bukan kasus khusus yang menjadi asbabun nuzul, tetapi keumuman lapaz ayatnya.

e. Kehujjahan Al-Quran dan peringkat-peringkat prioritas sumber hukum dan dalil hukum, seperti Al-Quran didahulukan dari hadits, ijma’ didahulukan dari qiyas, dst.

f. Kehujjahan maslahah, istihsan, ‘urf, sadd zari’ah

g. Tentang dalil-dalil qath’iy dan zhanniy.

h. Kondisi hukum yang bersifat kondisional dan situasional, karena lupa, & darurat.

Sumber: Agustianto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s