Pengertian Ushul Fikih

Pengertian Ushul Fiqh

Jika dilihat dari asal katanya, ushul fiqh merupakan bentuk tarkib idhafi (kalimat majemuk) yang terdiri dari dua kata ( mudhaf dan mudhaf ilaih), yaitu kata ushul = mudhaf dan fiqh = mudhaf ilaih.

Dalam bahasa Arab, ushul ( أصول ) adalah bentuk jamak dari ashl ( أصل ). Ashl secara etimologi diartikan sebagai: fondasi sesuatu yang bersifat materi ataupun bukan. Namun dalam termonologi syariah, kata Ashl mempunyai beberapa arti, yaitu:

a.       Dalil ; yakni landasan hukum.

Contoh : والأصل فى وجوب الصلاة قوله تعالى

Artinya : Dalil wajibnya shalat adalah firman Allah SWT.

Maksudnya, yang menjadi dalilnya shalat adalah ayat Al-Qur’an dan Sunnah.

Dalam kalimat di atas, kata al-ashl, berarti dalil atau landasan hukum syariah

b.      Qaidah, yaitu dasar atau fondasi sesuatu.

c.       Rajih, yaitu yang terkuat, seperti ungkapan para ahli ushul

والأصل فى الكلام الحقيقة

Artinya:

Yang terkuat dari kandungan suatu hukum adalah arti hakikatnya (bukan arti majazi)

d.      Istishab, yakni memberlakukan hukum yang sudah ada sejak semula selama belum ada dalil yang mengubahnya.

الأصل بقاء ما آان على ما آان

Sedangkan Fiqh secara etimologi ialah الفهم yang berarti pemahaman yang mendalam.

Seperti pada ayat-ayat berikut :

آلََقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ آَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَاْلإِنسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لاَّيَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لاَّيُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌ لاَّيَسْمَعُونَ بِهَ

أُوْلَئِكَ آَاْلأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُوْلَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Artinya :

Dan sungguh, akan kami isi neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati tetapi tidak dipergunakan untuk memahami ayat-ayat Allah mata tetapi tidak dipergunakannya (untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakan untuknya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah. (7;79)

Dalam ayat di atas, kata fiqh berarti memahami.

اَلَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي { 25 } وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي { 26 } وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِي { 27 } يَفْقَهُوا قَوْلِي

ا ِفَمَالِ هَؤُلآَءِ الْقَوْمِ لاَيَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثً

Artinya :….Mereka memahami perkataanku. (Thaha (20)

فَمَالِ هَؤُلآَءِ الْقَوْمِ لاَيَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًا

Artinya:

Mengapa orang-orang itu (munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun (4:78)

Hadits Nabi saw:ريخ هب ن يرد الله ا يفقه في الدين

Apabila Allah menginginkan kebaikan bagi seseorang, Dia akan memberikan pemahaman agama yang mendalam kepedanya (H.R.Bukhari Muslim, Ahmad, Tarmizi dan Ibnu Majah)

Pengertian fiqh secara etimologi mengalami perkembangan (pergeseran makna)sebagai berikut:

a.       Pada mulanya diartikan sebagai pengetahuan keagamaan yang mencakup seluruh ajaran agama, baik aqidah maupun amaliyah, sehingga ketika itu fiqh identik dengan syari’ah

b.      Pada perkembangan berikutnya fiqh dipahami sebagai ajaran yang khusus membahas masalah amaliyah (perbuatan manusia mukallaf), sehingga ia menjadi bagian dari syari’ah.

Adapun definisi fiqh secara terminology sebagaimana yang diungkapkan para ahli fiqh terdahulu adalah:

العلم بالأحكام الشرعية العملية المكتسبة من أدلتها التفصيلية

Artinya:

Ilmu tentang hukum-hukum syara’ yang bersifat amaliyah yang digali dari dalil-dalil yang terperinci (mendetail)

ةيليصفتلمجموعة الأحكام الشرعية العملية المكتسبة من أدلتها ا

Artinya:

Himpunan hukum syara’ tentang perbuatan manusia (amaliyah) yang diambil dan digali dari dalil-dalil yang terperinci.

Definisi di atas menunjukkan bahwa obyek kajian fiqh adalah hukum perbuatan mukallaf, yakni halal, haram, wajib, mandub, makruh, beserta dalil-dalil yang mendasari ketentuan hukum tersebut

Jadi,fiqh adalah hasil ijtihad (pemikiran) para ulama terhadap dalil-dalil atau syari’ah. Atau fiqh adalah interpretasi terhadap syariah, karena itu sebagian besar fiqh bersifat zhanniy (tidak qath’iy), khususnya fiqh mu’amalah. Namun demikian, pernyataan ini tidak bersifat umum, karena banyak sekali ketetapan fiqh muamalah yang berstatus qath’iy di mana nashnya langsung dari Al-quran dan teksnya jelas, seperti haramnya riba, maysir, penipuan, zhulm dan sebagainya.

Berkaitan dengan hal ini, perlu dicermati pendapat Imam Harmain dan Al-Amidy yang menegaskan bahwa fiqh adalah pengetahuan hukum syara’ melalui penalaran/pemikiran (nazhar,istidlal). Pengetahuan hukum yang diperoleh tanpa melalui ijtihad, tetapi langsung dari nash yang jelas, dimana pengetahuan itu bersifat dharury, (ma’lum min al-dini bi al-dharurah), seperti shalat lima waktu, wajibnya puasa, haramnya riba, haramnya bisnis bathil, judi, dsb, maka bukan fiqh. Setiap masalah yang qathiy bukan bahasan fikih (Al-Mahalli: 3).

Kata fiqh selanjutnya sering dirangkai dengan kata Islami (Al-fiqh al-Islamy) dan Al-Fiqh al-Islamy sering diartikan sebagai hukum Islam (Islamic Law). Belakangan, fiqh Islam disebut juga dengan syari’ah, seperti fakultas syari’ah di berbagai universitas dunia.

Sumber: Agustianto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s