Tahapan Penggunaan epr dalam NUC pada Penentuan Harga Pembiayaan Syariah

Tahapan penggunaan epr dalam NUC dapat digambarkan dengan hubungan antara actual return bank dan nisbah dan epr:

Tahap 1: (a) Bank menentukan epr; (b) Bank menghitung nisbah bagi hasil dengan rumus: Nisbah Bank = epr/[expected return bisnis yang dipakai] x 100%. Nisbah Pemilik Bisnis = 100% – Nisbah Bank.

Tahap 2: Bank menghitung actual return dengan rumus: Actual Return Bank = Nisbah Bank x Actual Return Usaha.

Contoh, bank A memprediksi nilai epr dari proyek X adalah 10%, dan dengan mempertimbangkan target return bank menetapkan nisbah bagi hasil antara bank dan pengusaha adalah 40:60 (40% untuk bank dan 60% untuk pengusaha). Dari transaksi proyek X ini dihasilkan keuntungan aktual yang diperoleh bank sebesar Rp20 juta (asumsi keuntungan aktual usaha yang dibiayai adalah Rp50 juta).

Bila bank A memprediksi nilai epr dari sebuah proyek B adalah 15% (asumsi aktual return usaha yang dibiayai Rp100 juta), dan target keuntungan aktual adalah Rp50 juta, dengan menetapkan tingkat perolehan aktual tetap, bank dapat menetapkan tingkat nisbah bagi hasil dengan pengusaha sebesar 20:80 (20% untuk bank dan 80% untuk pengusaha).

Dari uraian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa, tingkat epr secara langsung tidak menentukan actual return yang didapat pihak bank, namun penghitungan epr setidaknya mempermudah bank untuk menentukan pada tingkat nisbah bagi hasil berapa, target keuntungan yang telah ditetapkan dapat dicapai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s