Penggolongan Kualitas Pembiayaan Mudharabah dan Musyarakah

Penggolongan kualitas pembiayaan mudharabah dan musyarakah bisa dilihat dari aspek:

A. PROSPEK USAHA:

1. LANCAR: Potensi pertumbuhan kegiatan usaha nasabah baik; Pasar yang stabil dan tidak dipengaruhi oleh perubahan kondisi perekonomian; Persaingan yang terbatas, termasuk posisi yang kuat dalam pasar; Manajemen yang sangat baik (manajemen independen, berpengalaman dan memiliki kemampuan); Perusahaan afiliasi atau grup stabil dan mendukung usaha; Tenaga kerja yangmemadai dan belum pernah tercatat mengalami perselisihan atau pemogokan.

2. KURANG LANCAR: Potensi pertumbuhan kegiatan usaha nasabah sangat terbatas atau tidak mengalami pertumbuhan; Pasar yang dipengaruhi oleh perubahan kondisi perekonomian; Posisi di pasar cukup baik tetapi banyak pesaing, namun dapat pulih kembali jika melaksanakan strategi bisnis yang baru; Manajemen cukup baik (manajemen independen, berpengalaman tapi kurang memiliki kemampuan); Hubungan dengan perusahaan afiliasi atau grup mulai memberikan dampak yang memberatkan terhadap nasabah; Tenaga kerja berlebihan namun hubungan pimpinan dan karyawan pada umumnya baik;

3. DIRAGUKAN: Kegiatan usaha nasabah menurun; Pasar sangat dipengaruhi oleh perubahan kondisi perekonomian; Persaingan usaha sangat ketat dan operasional perusahaan mengalami permasalahan yang serius; Manajemen kurang pengalaman; Perusahaan afiliasi atau grup telah memberikan dampak yang memberatkan nasabah; Tenaga kerja berlebihan dalam jumlah yang besar sehingga dapat menimbulkan keresahan;

4. MACET: Kelangsungan usaha sangat diragukan untuk pulih kembali dan kemungkinan besar kegiatan usaha akan terhenti; Kehilangan pasar yang sejalan dengan kondisi perekonomian yang menurun; Manajemen sangat lemah; Perusahaan afiliasi sangat merugikan nasabah; Terjadi pemogokan tenaga kerja yang sulit diatasi;

B. KONDISI KEUANGAN:

1. LANCAR: Perolehan laba sama atau lebih tinggi dibandingkan dengan target dan Perolehan laba stabil; Permodalan kuat dengan jumlah utang yang lebih rendah daripada modal; Likuiditas dan modal kerja kuat; Analisis arus kas menunjukkan bahwa nasabah dapat memenuhi kewajiban pengembalian pembiayaan serta porsi bagi hasil tanpa dukungan sumber dana tambahan; Jumlah portofolio yang sensitif terhadap perubahan nilai tukar valuta asing relatif sedikit atau telah dilakukan lindung nilai (Hedging) secara baik;

2. KURANG LANCAR: Perolehan laba lebih rendah daripada target laba; Rasio utang terhadap modal cukup tinggi; Likuiditas kurang dan modal kerja terbatas; Analisis arus kas menunjukkan bahwa nasabah hanya mampu memberikan porsi bagi hasil dan atau sebagian angsuran pembiayaan; Kegiatan usaha terpengaruh perubahan nilai tukar valuta asing; Perpanjangan pembiayaan untuk menutupi kesulitan keuangan;

3. DIRAGUKAN: Perolehan laba sangat kecil atau negative; Rasio utang terhadap modal tinggi; Likuiditas sangat rendah; Analisis arus kas menunjukkan ketidakmampuan nasabah dalam mengembalikan angsuran pembiayaan serta porsi bagi hasil; Kegiatan usaha terancam karena perubahan nilai tukar valuta asing; Pembiayaan baru digunakan untuk memenuhi kewajiban yang jatuh tempo;

4. MACET: Mengalami kerugian yang besar; Nasabah tidak mampu memenuhi semua kewajiban dan kegiatan usaha tidak dapat dipertahankan; Rasio utang terhadap modal sangat tinggi; Kesulitan likuiditas; Analisis arus kas menunjukkan bahwa nasabah tidak mampu menutup biaya produksi; Kegiatan usaha terancam karena fluktuasi nilai tukar valuta asing; Pembiayaan baru digunakan untuk menutup kerugian operasional;

C. KEMAMPUAN MEMBAYAR ANGSURAN POKOK DAN BAGI HASIL:

1. LANCAR: Pembayaran angsuran pokok tepat waktu dan/atau RP sama atau lebih dari 90% PP; Nasabah selalu menyampaikan informasi keuangan secara teratur dan akurat; Dokumentasi pembiayaan lengkap dan pengikatan agunan kuat;

2. KURANG LANCAR: Terdapat tunggakan angsuran pokok pembiayaan sampai dengan melampaui 90 hari; dan atau RP di atas 30% sampai dengan 90% PP (30% PP < RP < 90% PP); Nasabah menyampaikan informasi keuangan tidak teratur tetapi masih akurat; Dokumentasi pembiayaan kurang lengkap dan pengikatan agunan lemah; Pelanggaran terhadap persyaratan pembiayaan yang tidak prinsipil; Perpanjangan pembiayaan untuk menyembunyikan kesulitan keuangan;

3. DIRAGUKAN: Terdapat tunggakan angsuran pokok pembiayaan yang telah melampaui 90 hari sampai dengan 180 hari; dan atau RP < 30% PP sampai dengan 3 (tiga) periode pembayaran; Nasabah menyampaikan informasi keuangan tidak teratur dan meragukan; Dokumentasi pembiayaan tidak lengkap dan pegikatan agunan lemah; Pelanggaran yang prinsipil terhadap persyaratan pokok/utama dalam pembiayaan;

4. MACET: Terdapat tunggakan angsuran pokok pembiayaan yang telah melampaui 180 hari; dan atau RP < 30% PP lebih dari 3 (tiga) periode pembayaran; Nasabah tidak menyampaikan informrasi keuangan; Dokumentasi pembiayaan dan atau pengikatan agunan tidak ada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s