Penentuan Expected Return dalam NCC pada Penentuan Harga Pembiayaan Syariah

Dalam kontrak Natural Uncertainty Contract (NCC), tingkat keuntungan dapat ditentukan di awal sehingga sifat keuntungan dapat dipastikan diawal akad. Yang termasuk dari kontrak NCC adalah segala kontrak yang dibangun dari teori pertukaran. Misal, salam, murabahah, ijarah. Sedangkan yang termasuk dalam kontrak NUC adalah segala kontrak yang dibangun dari teori percampuran. Karena keuntungan dari NCC bersifat pasti, untuk mempermudah analisis keuangan kita sebut saja dengan required rate of profit (rpr).

Berbeda dari cara memperoleh nilai epr, tinggi rendahnya rpr hakikatnya dipengaruhi oleh: (a) Tingkat keuntungan per satu kali transaksi; (b) Besarnya jumlah transaksi dalam satu periode.

Contoh, apabila Iwan mempunyai modal usaha 100 juta, dan dia usahakan modal tersebut dalam bisnis perumahan. Setiap satu kali transaksi jual beli rumah, Iwan mendapatkan keuntungan 10 juta atau 10%. Dari pengalaman sebelumnya selama satu tahun, Iwan dapat menjual rumah sebanyak 6 unit. Nah, suatu ketika ada seseorang yang ingin membeli rumah tersebut dengan pembayaran dikemudian hari yaitu pada akhir tahun. Apabila Iwan menjual rumah tersebut dengan margin keuntungan 10%, dia akan mengalami kerugian atau kehilangan peluang untuk melakukan penjualan rumah lagi sebanyak 5 kali/unit.

Oleh karena itu, untuk menutup hilangnya opportunity loss, Iwan menawarkan harga rumah kepada seseorang tersebut dengan harga 160 juta atau margin keuntungan adalah 60%. Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa tingkat 60% tersebut adalah sama dengan tingkat keuntungan 10% kali 6 kali transaksi. Namun, perlu dipahami bahwa dua varibel tersebut, yaitu tingkat keuntungan dan besarnya jumlah transaksi hanyalah variabel independent saja, sedangkan yang menentukan tingkat keuntungan yang seharusnya dikenakan sering kali juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti tingkat harga di pasar (biasanya bank juga menjadikan suku bunga sebagai benchmark/rujukan dalam penentuan tingkat keuntungan yang diinginkan).

Walaupun begitu, kalau kita mengacu kepada fikih tentang pembentukan harga kontan dengan harga kredit, penentuan nilai rpr dapat dihitung dengan menggunakan pendekatan sebagai berikut: rpr = π. ν; di mana π adalah tingkat keuntungan dalam transaksi naq dan/tunai dan ν adalah jumlah transaksi yang bisa dilakukan dalam satu periode.

Berbeda dari fungsi epr dalam kontrak NUC, dalam kontrak NCC nilai rpr dapat dijadikan sebagai patokan dan perhitungan tingkat keuntungan aktual yang akan diperoleh bank. Contoh, bila dalam suatu pembiayaan NCC bank menetapkan tingkat keuntungan 12%, bila pembiayaan tersebut membutuhkan dana sebesar Rp200 juta, bank sudah bisa melakukan prediksi bahwa keuntungan aktual yang akan dicapai adalah: Keuntungan aktual yang dicapai = rpr x jumlah pembiayaan = 12% x Rp200 juta = Rp24 juta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s