Pedoman Syariah dalam Berkonsumsi

Pedoman Syariah dalam Berkonsumsi adalah sebagai berikut:

(1) azas maslahat dan manfaat: membawa maslahat dan manfaat bagi jasmani dan rohani dan sejalan dengan nilai maqasid syariah. Termasuk dalam hal ini kaitan konsumsi dengan halal dan thoyyib.

(2) azas kemandirian: ada perencanaan, ada tabungan, mengutang adalah kehinaan. Nabi Muhammad saw. menyimpan sebagian pangan untuk kebutuhan keluarganya selama setahun (HR Muslim). “Ya Allah jauhkanlah hamba dari kegundahan dan kesedihan, kelemahan dan kemalasan, kebodohan, dan kebakhilan, beratnya utang, serta tekanan orang lain (HR Bukhari–Muslim).

(3) azas kesederhanaan: bersifat qanaah, tidak mubazir. Al-Maidah: 87 “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”

(4) azas Sosial: anjuran berinfak: “dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah, apa yang lebih dari keperluan (al-afwu). Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu berpikir (Al-Baqarah: 219).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s