Ketentuan Ta’widh dan Denda pada Penjaminan Syariah

Ketentuan Ta’widh dan Denda pada Penjaminan Syariah memiliki ketentuan sebagai berikut:

a. Ta’widh: Pihak terjamin dapat dikenakan ta’widh, sebagaimana diatur dalam fatwa DSN-MUI No. 43/DSNMUI/VIII/2004 tentang Ganti Rugi (Ta’widh).

b. Ta’zir. Pihak terjamin dapat dikenakan ta’zir, sebagaimana diatur dalam fatwa DSNMUI No. 43/DSNMUI/VIII/2004 tentang Ganti Rugi (Ta’widh).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s