Ibn Khaldun

Ibn Khaldun yang bernama lengkap Abdurrahman Abu Zaid Waliuddin ibn Khaldun lahir di Tunisia pada awal Ramadhan 732 H atau bertepatan dengan 27 Mei 1332 M. Berdasarkan silsilahnya, Ibn Khaldun masih mempunyai hubungan darah dengan Wail bin Hajar, salah seorang sahabat Nabi yang terkemuka. Keluarga Ibn Khaldun yang berasal dari Hadramaut, Yaman, ini terkenal sebagai keluarga yang berpengetahuan luas dan berpangkat serta menduduki berbagai jabatan tinggi kenegaraan.

Seperti halnya tradisi yang sedang berkembang pada masa itu, Ibn Khaldun mengawali pelajaran dari ayah kandungnya sendiri. Setelah itu, ia pergi berguru kepada para ulama terkemuka, seperti Abu Abdillah Muhammad bin al-Arabi al-Hashayiri, Abu al-Abbas Ahmad ibn al-Qushshar, Abu Abdillah Muhammad al-Jiyani, dan Abu Abdillah Muhammad ibn Ibrahim al-Abili, untuk mempelajari berbagai ilmu pengetahuan, seperti tata bahasa Arab, hadis, fikih, teologi, logika, ilmu alam, matematika, dan astronomi.

Sebagai anggota dari keluarga aristokrat, Ibn Khaldun sudah ditakdirkan menduduki jabatan tertinggi dalam administrasi negara dan mengambil bagian dalam hampir semua pertikaian politik di Afrika Utara. Namun, karena pengaruh budaya Spanyol yang sempat melekat dalam kehidupan keluarga dan dirinya selama satu abad, Ibn Khaldun tidak pernah menjadi “anggota penuh” dari masyarakatnya dan tetap hanya menjadi pengamat luar dari dunianya.

Pada masa ini, dunia timur diperintah oleh seorang teknokrasi aristokratik internasional yang menumbuhsuburkan seni dan sains. Bila ada orang yang termasuk anggota dari kelompok elit ini, baik karena keturunan atau pendidikan, mereka akan ditawari pangkat tinggi dan posisi teknis yang penting oleh para raja dan sultan yang menyewa jasanya. Seiring dengan revolusi-revolusi dan peperangan, gaji yang ditawarkan, dan koneksi pribadi, mereka bepergian dari satu kota ke kota yang lain mengikuti seorang penakluk atau untuk melarikan diri dari penghukuman.

Ibn Khaldun adalah anggota dari kelompok elit ini, baik karena keturunan maupun pendidikan. Pada 1352 M, ketika masih berusia dua puluh tahun, ia sudah menjadi master of the seal dan memulai karier politiknya yang berlanjut hingga 1375 M. Perjalanan hidupnya beragam. Namun, baik dalam penjara atau di istana, dalam keadaan kaya atau miskin, menjadi pelarian atau menteri, ia selalu mengambil bagian dalam peristiwa-peristiwa politik di zamannya, dan selalu tetap berhubungan dengan para ilmuwan lainnya baik dari kalangan Muslim, Kristen maupun Yahudi.

Hal ini menandakan bahwa Ibn Khaldun tidak pernah berhenti belajar. Dari 1375 M sampai 1378 M, ia menjalani pensiunnya di Gal’at Ibn Salamah, sebuah puri di provinsi Oran, dan mulai menulis sejarah dunia dengan Muqaddimah sebagai volume pertamanya. Pada 1378 M, karena ingin mencari bahan dari buku-buku di berbagai perpustakaan besar, Ibn Khaldun mendapatkan izin dari Pemerintah Hafsid untuk kembali ke Tunisia. Di sana, hingga 1382 M ketika berangkat ke Iskandariah, ia menjadi guru besar ilmu hukum.

Sisa hidupnya dihabiskan di Kairo hingga ia wafat pada 17 Maret 1406 M. Pemikiran Ekonomi Islam Ibn Khaldun banyak membahas tentang Teori Produksi, Teori Nilai, Uang dan Harga, Teori Distribusi, Teori Siklus. Ibn Khaldun menemukan banyak pemikiran ekonomi yang mendasar beberapa abad sebelum kelahirannya “secara resmi”.

Ia menemukan manfaat-manfaat dan perlunya pembagian kerja sebelum Smith dan prinsip nilai tenaga kerja sebelum Ricardo. Ia menguraikan teori populasi sebelum Malthus dan menandaskan peran negara dalam perekonomian sebelum Keynes. Ekonom-ekonom yang menemukan kembali mekanisme yang telah ditemukannya terlalu banyak yang bisa disebut. Namun, lebih dari sekadar itu semua, Ibn Khaldun menggunakan konsep-konsep ini untuk membangun suatu sistem yang dinamis dan koheren.

Dalam sistem ini, mekanisme ekonomi tidak dapat tidak membawa aktivitas ekonomi kepada fluktuasi jangka panjang. Karena koherensi sistemnya, kritik yang dapat dilancarkan terhadap kebanyakan konsep-konsep ekonomi yang menggunakan ide yang sama tidak dapat diterapkan di sini. Haruskah kita merevisi begitu banyak sebutan-sebutan Bapak-Bapak Penemu Teori-Teori Ekonomi dalam sejarah pemikiran?

Ibn Khaldun diklaim sebagai pendahulu bagi banyak pemikir Eropa, kebanyakan sosiolog, sejarawan, dan filsuf. Walaupun ide-idenya sudah dikenal di Eropa sejak abad tujuh belas, dan karya-karyanya sudah diterjemahkan sejak abad kesembilan belas, kelihatannya para penerusnya tidak akrab dengan pemikiran ekonominya. Akibatnya, walaupun Ibn Khaldun adalah pendahulu bagi banyak ekonom, ia merupakan suatu kecelakaan sejarah dan tidak memiliki dampak atas evolusi pemikiran ekonomi.

Ia sendiri, tanpa pendahulu dan tanpa penerus. Tanpa perangkat, tanpa konsep-konsep yang telah ada sebelumnya, ia menguraikan penjelasan ekonomi yang canggih tentang dunia. Oleh karena itu, namanya harus diperhitungkan di antara Para Perintis Ilmu Ekonomi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s