Definisi Rukun

Rukun adalah sesuatu yang wajib ada dalam suatu transaksi (necessary condition), misalnya ada penjual dan pembeli. Tanpa adanya penjual dan pembeli, jual beli tidak akan ada.

Pada umumnya, rukun dalam muamalah iqtishadiyah (muamalah dalam bidang ekonomi) ada 3 (tiga), yaitu: a. Pelaku; b. Objek; c. Ijab-Qabul.

Pelaku bisa berupa penjual-pembeli (dalam akad jual beli), penyewa-pemberi sewa (dalam akad sewa menyewa), atau penerima upah-pemberi upah (dalam akad upah-mengupah), dan lain-lain. Tanpa pelaku, tidak ada transaksi. Objek transaksi dari semua akad di atas dapat berupa barang atau jasa.

Dalam akad jual beli mobil, objek transaksinya adalah mobil. Dalam akad-menyewa rumah, objek transaksinya adalah rumah, demikian seterusnya. Tanpa objek transaksi, mustahil transaksi akan tercipta. Selanjutnya, faktor lainnya yang mutlak harus ada supaya transaksi dapat tercipta adalah adanya kesepakatan antara kedua belah pihak yang bertransaksi.

Dalam terminologi fikih, kesepakatan bersama ini disebut ijab-qabul. Tanpa ijabqabul, mustahil pula transaksi akan terjadi. Dalam kaitannya dengan kesepakatan ini, akad dapat menjadi batal bila terdapat: a. Kesalahan/kekeliruan objek; b. Paksaan (ikrah); c. Penipuan (tadlis). Bila ketiga rukun di atas terpenuhi, transaksi yang dilakukan sah. Namun, bila rukun di atas tidak terpenuhi (baik satu rukun atau lebih), transaksi menjadi batal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s