Tahapan Sekuritisasi Aset Syariah

Tahapan sekuritisasi aset adalah

a. Bank syariah bertindak sebagai origin yang melakukan pooling (kumpulan) terhadap asset berupa saham (share) yang dimilikinya. Penentuan aset yang akan dikumpulkan merupakan kewenangan dan hak perbankan syariah. Aset yang terkumpul diserahkan kepada SPV dengan dilandasi perjanjian transaksi jasa yaitu melakukan sekuritisasi terhadap pooling asets (akad wakalah) dan menerbitkan trust.

b. SPV membuat trust terhadap kumpulan aset tersebut dan melakukan penawaran kepemilikan trust kepada investor secara jual putus (true sale). Pendapatan yang diperoleh dari hasil penjualan trust digunakan untuk pendapatan bagi origin. Untuk meningkatkan kualitas pooling asets dimungkinkan akreditasi kualitas aset maupun asuransi terhadap pooling asets tersebut. Sedangkan pendapatan bagi SPV adalah berupa fee atas jasa pemasaran dan sekuritisasi aset yang telah dilakukan.

c. Investor melakukan pembelian trust untuk memperoleh kepemilikan terhadap trust dan mendapatkan bagi hasil (dividen) atas pendapatan bagi hasil aset musyarakah/mudharabah yang diikat dalam trust tersebut.

d. Sejalan dengan pembayaran terhadap pembelian pooling asets secara true sale oleh investor maka terjadi perpindahan kepemilikan terhadap pooling asets tersebut kepada investor. Apabila trust tersebut merupakan investasi dalam jangka waktu tertentu, pembayaran dividen kepada investor dimungkinkan dengan penambahan cicilan pembayaran modal ataupun pelunasan pada dividen terakhir saat trust jatuh tempo.

e. Pembukuan terhadap pooling asets di bank syariah tergantung dari transaksi yang dilakukan dengan SPV. Transaksi true sale mengharuskan aset-aset yang di-pooling dikeluarkan dari neraca bank.

f. Penilaian harga atas trust sesuai dengan akad jual beli (murabahah) antara perbankan syariah dengan investor. Dalam trust harus disebutkan secara jelas spesifikasi setiap asset mudharabah maupun musyarakah yang disekuritisasi termasuk besaran nisbah bagi hasil setiap aset mudharabah maupun musyarakah.

g. Fungsi bank syariah setelah berpindahnya kepemilikan pooling asets adalah sebagai servicer.

h. Trust yang dimiliki oleh investor tidak boleh dipindahtangankan atau bersifat hold to maturity.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s