Perbedaan Sekuritisasi Aset Syariah dan Konvensional

Secara garis besar perbedaan sekuritisasi syariah dengan sekuritisasi konvensional terletak pada tiga hal utama:

1. Tipe atau jenis aset underlying yang harus sesuai prinsip syariah. Beberapa prinsip syariah yang menjadi batasan dalam sekuritisasi aset meliputi: a. Barang yang memiliki kemanfaatan dan digunakan dalam usaha produktif sehingga memiliki cash flow. b. Barang yang karakteristiknya jelas untuk menghindarkan adanya gharar dari aset yang disekuritisasi. Karakteristik yang dimaksud meliputi wujud (termasuk dimensi), kepemilikannya, manfaat dan fungsi, jumlah, nilai atau harga serta relationship yang melekat pada barang tersebut. c. Bukan termasuk barang haram di mana dalam kelompok ini adalah barang yang dilarang secara syariah seperti usaha perjudian, minuman keras, dan lainnya. d. Jual beli utang piutang atau dayn dilarang kecuali salah satu atau dua-duanya pihak yang bertransaksi melakukan pembayaran secara aktual (pada saat itu) selama jangka waktu kontrak sehingga membuat dayn (utang) menjadi ayn (barang fisik).

2. Struktur sekuritisasi yang digunakan juga harus sejalan dengan prinsip syariah. Beberapa prinsip syariah yang harus dipenuhi dalam struktur keuangan sekuritisasi aset antara lain: a. Bunga atau riba secara tegas dilarang, dengan setiap return dari uang yang digunakan berkaitan dengan profit atau keuntungan perusahaan b. Spekulasi, syariah tidak memperbolehkan adanya spekulasi, judi atau maisir. c. Investasi yang dilarang, seperti daging babi, alkohol, judi, dan lainnya yang dilarang oleh syariah d. Profit, di mana tidak dikenal profit yang pasti (fixed return) karena setiap transaksi memiliki risiko e. Ketidakpastian atau gharar tidak diperbolehkan dalam kontrak atau akad dalam transaksi. Gharar yang ditinjau adalah materi objek seperti harga dan lain sebagainya. f. Penimbunan uang dilarang karena uang merupakan alat tukar bukan komiditi dan tidak mampu menciptakan kemakmuran.

3. Bentuk credit enhancement yang juga harus diterima secara syariah. Teknik credit enhancement dapat dipergunakan dalam sekuritisasi syariah jika kondisi-kondisnya terpenuhi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s