Pengungkapan Lain pada Laporan Keuangan Entitas Syariah

Entitas syariah mengungkapkan hal-hal berikut ini jika tidak diungkapkan di bagian mana pun dari informasi yang dipublikasikan bersama dengan laporan keuangan: (a) domisili dan bentuk hukum entitas syariah, Negara tempat pendirian entitas syariah, alamat kantor pusat entitas syariah serta lokasi utama bisnis jika berbeda dari lokasi kantor pusat; (b) keterangan mengenai hakikat operasi dan kegiatan utama entitas syariah; (c) nama entitas syariah dalam grup, nama entitas syariah asosiasi, nama entitas syariah induk dan entitas syariah holding; (d) nama anggota direksi dan komisaris; dan (e) jumlah karyawan pada akhir periode atau rata-rata jumlah karyawan selama periode yang bersangkutan.

Untuk setiap jenis instrumen pendanaan dalam mata uang asing, entitas syariah harus mengungkapkan informasi berikut ini: (a) karakteristik umum dari setiap instrumen pendanaan termasuk informasi mengenai nisbah bagi hasil/margin/ujrah dan nama pemodal; (b) nilai nominal dalam mata uang asing, jangka waktu, tanggal jatuh tempo, jadual angsuran atau pembayaran; (c) dasar konversi menjadi efek lain jika instrument pendanaan dapat dikonversi; (d) nilai kurs yang digunakan pada tanggal Neraca; (e) jaminan; dan (f ) hal penting lainnya.

Apabila suatu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan diterapkan sebelum tanggal berlaku efektif dan penerapan lebih dini tersebut dilakukan sesuai dengan ketentuan yang ada dalam Pernyataan ini, maka fakta tersebut harus diungkapkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s