Penentuan Expected Return dalam NUC pada Penentuan Harga Pembiayaan Syariah

Untuk mempermudah pembahasan, dalam kontrak NUC kita menggunakan expected rate of profit sebagai discount rate dalam penghitungan analisis keuangan. Paling tidak ada tiga cara memperoleh nilai epr sebagai proksi: (1) Tingkat keuntungan rata-rata pada industri atau bisnis sejenis; (2) Pertumbuhan ekonomi (GDP); (3) Dihitung dari nilai rpr yang berlaku di bank yang bersangkutan.

Fungsi penghitungan epr dalam bank syariah dapat digunakan untuk penentuan nisbah bagi hasil antara pihak bank dan pihak nasabah. Semakin tinggi tingkat epr semakin prospektif perusahaan tersebut untuk dibiayai. Begitu juga semakin tinggi epr pihak bank juga semakin berani untuk mengambil bagian atau nisbah yang lebih kecil. Artinya semakin tinggi epr nisbah bagi hasil untuk bank akan relatif lebih rendah dibanding bila epr lebih rendah.

Mengapa demikian? Bila nilai epr tinggi, pada tingkat actual return bank bank tetap berani menetapkan tingkat nisbah yang lebih rendah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s