Ketentuan Ta’min dan I’adah Ta’min

Ta’min dan I’adah Ta’min memiliki ketentuan sebagai berikut:

(1) Akad yang digunakan pada ta’min dan i’adah ta’min adalah: a. wakalah bil ujrah; b. murabahah; dan c. tabarru’.

(2) Prinsip wakalah bil ujrah pada ta’min dan i’adah ta’min adalah: a. wakalah bil ujrah boleh dilakukan antarperusahaan ta’min, agen sebagai bagian dari perusahaan dengan peserta. b. wakalah bil ujrah dapat diterapkan pada produk ta’min syariah yang mengandung unsur tabungan maupun unsur nontabungan.

(3) Objek wakalah bil ujrah meliputi antara lain: a. kegiatan administrasi b. pengelolaan dana c. pembayaran klaim d. dhaman ishdar/underwriting e. pengelolaan portofolio risiko f. pemasaran g. investasi.

(4) Akad wakalah bil ujrah harus mencantumkan, antara lain: a. hak dan kewajiban peserta dan perusahaan; b. besaran, cara dan waktu pemotongan ujrah fee dari premi; c. syarat yang disepakati, sesuai dengan jenis ta’min yang ditransaksikan.

(5) Kedudukan para pihak dalam akad wakalah bil ujrah: a. perusahaan bertindak sebagai wakil yang mendapat kuasa untuk mengelola dana; b. peserta/pemegang polis sebagai individu, dalam produk tabungan dan nontabungan bertindak sebagai pemberi kuasa untuk mengelola dana; c. peserta sebagai suatu badan/kelompok, dalam akun nontabungan, bertindak sebagai pemberi kuasa untuk mengelola dana; d. wakil tidak boleh mewakilkan kepada pihak lain atas kuasa yang diterimanya, kecuali atas izin pemberi kuasa/pemegang polis; e. akad wakalah bersifat amanah dan bukan tanggungan sehingga wakil tidak menanggung risiko terhadap kerugian investasi dengan mengurangi imbalan yang telah diterima oleh perusahaan ta’min, kecuali karena kecerobohan, wanprestasi, dan perbuatan melawan hukum, di samping sifat akad pada umumnya. f. perusahaan ta’min sebagai wakil tidak berhak memperoleh bagian dari hasil investasi apabila transaksi yang digunakan adalah pelaksanaan akad wakalah.

(6) Perusahaan selaku pemegang amanah wajib menginvestasikan dana yang terkumpul dan investasi wajib dilakukan sesuai dengan syariah.

(7) Dalam pengelolaan dana investasi, baik tabungan maupun nontabungan, dapat digunakan akad wakalah bil ujrah dengan mengikuti ketentuan seperti di atas atau akad mudharabah dengan mengikuti ketentuan mudharabah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s