Ketentuan MLM Syariah

Berikut ini ada beberapa hal yang menjadi ketentuan pelaksanaan MLM syariah:

1. Niat, konsep, dan praktik pengelolaannya senantiasa merujuk kepada Alquran dan Hadis Rasulullah saw. Struktur organisasi perusahaan dilengkapi dengan Dewan Pengawas Syariah (DPS) dari MUI untuk mengawasi jalannya perusahaan agar sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam.

2. Usaha MLM syariah pada umumnya memiliki visi dan misi yang menekankan kepada pembangunan ekonomi nasional (melalui penyediaan lapangan kerja, produk-produk kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau, dan pemberdayaan usaha kecil dan menengah di tanah air) demi meningkatkan kemakmuran, kesejahteraan, dan meninggikan martabat bangsa.

3. Sistem pemberian insentif disusun dengan memperhatikan prinsip keadilan dan kesejahteraan. Dirancang semudah mungkin untuk dipahami dan dipraktikkan. Selain itu, memberikan kesempatan kepada distributornya untuk memperoleh pendapatan seoptimal mungkin sesuai kemampuannya melalui penjualan, pengembangan jaringan, ataupun melalui kedua-duanya.

4. Dalam hal marketing plan-nya, MLM syariah pada umumnya mengusahakan untuk tidak membawa para distributornya pada suasana materialisme dan konsumerisme, yang jauh dari nilai-nilai Islam. Bagaimanapun, materialisme dan konsumerisme pada akhirnya akan membawa kepada kemubaziran yang terlarang dalam Islam.

5. Poin-poin penting dalam MLM syariah: a. Niat: (i) Kasbil Halal (memperoleh penghasilan yang halal); (ii) Irtifah Ummah (mengangkat derajat ekonomi umat); (iii) Muamalah Islami (melakukan perniagaan secara Islami); b. Prinsip: Sesuai dengan prinsip-prinsip muamalah Islam; c. Orientasi: Meraih kebahagiaan dunia dan akhirat; d. Komoditi: Halalan Thayiban (Halal lagi Baik); e. Pembinaan: Tarbiyah, Ukhuwah, Dakwah bil Hal; f. Strategi Pemasaran: Akhlaqul Karimah, memenuhi rukun jual beli, ikhlas; g. Strategi Pengembangan Jaringan: Metode Silaturahmi dan Ukhuwah; h. Keanggotaan: (i) Muslim; (ii) Nonmuslim, dengan syarat mau mengikuti aturan yang telah ditetapkan; j. Sistem Pendapatan: Lebih adil dan menyejahterakan; k. Alokasi Pendapatan: Zakat, Infak, Sedekah (ZIS), dan Kemaslahatan Umat Islam; l. Sistem Pengelolaan: Amanah; m. Pengawas Syariah: Dewan Pengawas Syariah dari MUI Pusat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s