Akad Nontabungan pada Ta’min dan I’adah Ta’min

Akad Nontabungan pada Ta’min dan I’adah Ta’min memiliki ketentuan sebagai berikut:

(1) Ketentuan umum dari ta’min dan i’adah ta’min nontabungan adalah: a. Akad nontabungan harus melekat pada semua produk ta’min dan i’adah ta’min. b. Akad nontabungan pada ta’min dan i’adah ta’min berlaku pada semua bentuk transaksi yang dilakukan antarpeserta pemegang polis. c. Ta’min dan i’adah ta’min yang dimaksud adalah: 1) ta’min ‘ala hayat/ta’min jiwa; 2) ta’min ‘ala khasarah/ta’min kerugian.

(2) Akad nontabungan pada ta’min dan i’adah ta’min mengikat semua bentuk transaksi yang dilakukan dalam bentuk hibah dengan tujuan nontabungan dan tolong-menolong antarpeserta, bukan untuk tujuan komersial.

(3) Dalam akad nontabungan, sekurang-kurangnya harus disebutkan: a. Hak dan kewajiban masing-masing peserta secara individu. b. Hak dan kewajiban antara peserta secara individu dalam akun nontabungan selaku peserta dalam arti badan/kelompok. c. Cara dan waktu pembayaran premi dan klaim. d. Syarat-syarat lain yang disepakati sesuai dengan jenis ta’min yang ditransaksikan.

(4) Kedudukan para pihak dalam transaksi nontabungan: a. Dalam transaksi nontabungan hibah, peserta memberikan dana hibah yang akan digunakan untuk menolong peserta atau peserta lain yang terkena musibah. b. Peserta secara individu merupakan pihak yang berhak menerima dana nontabungan dan secara kolektif selaku penanggung. c. Perusahan bertindak sebagai pengelola dana hibah, atas dasar transaksi wakalah dari para peserta di luar pengelolaan investasi.

(5) Pengelolaan ta’min dan i’adah ta’min hanya boleh dilakukan oleh suatu lembaga yang berfungsi sebagai pemegang amanah.

(6) Pembukaan dana nontabungan harus terpisah dari dana lainnya.

(7) Hasil investasi dari dana nontabungan menjadi hak kolektif peserta dan dibukukan dalam akun nontabungan.

(8) Dari hasil investasi, perusahaan ta’min dan i’adah ta’min dapat memperoleh bagi hasil berdasarkan transaksi mudharabah atau transaksi mudharabah musytarakah atau memperoleh upah berdasarkan transaksi wakalah bil ujrah.

(9) Jika terjadi kelebihan dana nontabungan, boleh dilakukan beberapa alternatif sebagai berikut: a. Diperlakukan seluruhnya sebagai dana cadangan dalam akun nontabungan. b. Disimpan sebagian sebagai dana cadangan dan dibagikan sebagian lainnya kepada para peserta yang memenuhi syarat aktuaria/manajemen risiko. c. Disimpan sebagian sebagai dana cadangan dan dapat dibagikan sebagian lainnya kepada perusahaan ta’min dan reta’min dan para peserta sepanjang disepakati oleh para peserta.

(10) Jika terjadi kekurangan dana kebajikan, perusahaan ta’min dan i’adah ta’min wajib menanggulangi kekurangan tersebut dalam bentuk pinjaman.

(11) Pengembalian dana pinjaman kepada perusahaan ditutup dari surplus dana nontabungan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s