Ketentuan Syirkah Mufawadhah

Berikut ini adalah beberapa ketentuan mengenai syrikah mufawadhah yaitu

(1) Kerja sama untuk melakukan usaha boleh dilakukan dengan jumlah modal yang sama dan keuntungan dan atau kerugian dibagi sama.

(2) Pihak dan atau para pihak yang melakukan akad kerja sama mufawadhah terikat dengan perbuatan hukum anggota syirkah lainnya.

(3) Perbuatan hukum yang dilakukan oleh para pihak yang melakukan akad kerja sama-mufawadhah dapat berupa pengakuan utang, melakukan penjualan, pembelian, dan atau penyewaan.

(4) Benda yang rusak yang telah dijual oleh salah satu pihak anggota akad kerja sama-mufawadhah kepada pihak lain, dapat dikembalikan oleh pihak pembeli kepada salah satu pihak anggota syirkah.

(5) Suatu benda yang rusak yang sudah dibeli oleh salah satu pihak anggota akad kerja sama-mufawadhah, dapat dikembalikan oleh pihak anggota yang lain kepada pihak penjual.

(6) Pihak penjual dan atau pembeli, dapat menuntut harga barang itu dari anggota syirkah yang lain berdasarkan jaminan.

(7) Kerja sama-mufawadhah disyaratkan bahwa bagian dari tiap anggota syirkah harus sama, baik dalam modal maupun keuntungan.

(8) Setiap anggota dalam akad kerja sama-mufawadhah dilarang menambah harta dalam bentuk modal (uang tunai atau harta tunai) yang melebihi dari modal kerja sama.

(9) Jika syarat dalam akad syirkah mufawadhah tidak terpenuhi, kerja sama tersebut dapat diubah berdasarkan kesepakatan para pihak menjadi syirkah al-’inan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s