Ketentuan dari Syirkah Abdan

Berikut ini ada beberapa ketentuan mengenai syirkah abdan, yaitu

(1) Suatu pekerjaan mempunyai nilai apabila dapat dihitung dan diukur.

(2) Suatu pekerjaan dapat dihargai dan atau dinilai berdasarkan jasa dan atau hasil.

(3) Jaminan boleh dilakukan terhadap akad kerja sama-pekerjaan.

(4) Penjamin akad kerja sama-pekerjaan berhak mendapatkan imbalan sesuai kesepakatan.

(5) Suatu akad kerja sama-pekerjaan dapat dilakukan dengan syarat masing-masing pihak mempunyai keterampilan untuk bekerja.

(6) Pembagian tugas dalam akad kerja sama-pekerjaan, dilakukan berdasarkan kesepakatan.

(7) Para pihak yang melakukan akad kerja sama-pekerjaan dapat menyertakan akad ijarah tempat dan atau upah Karyawan berdasarkan kesepakatan.

(8) Dalam akad kerja sama-pekerjaan dapat berlaku ketentuan yang mengikat para pihak dan modal yang disertakan.

(9) Para pihak dalam syirkah abdan dapat menerima dan melakukan perjanjian untuk melakukan pekerjaan.

(10) Para pihak dalam syirkah abdan dapat bersepakat untuk mengerjakan pesanan secara bersama-sama.

(11) Para pihak dalam syirkah abdan dapat bersepakat untuk menentukan satu pihak untuk mencari dan menerima pekerjaan, serta pihak lain yang melaksanakan.

(12) Semua pihak yang terikat dalam syirkah abdan wajib melaksanakan pekerjaan yang telah diterima oleh anggota syirkah lainnya.

(13) Semua pihak yang terikat dalam syirkah abdan dianggap telah menerima imbalan jika imbalan tersebut telah diterima oleh anggota syirkah lain.

(14) Bila pemesan mensyaratkan agar salah satu pihak dalam akad kerja sama-pekerjaan melakukan sesuatu pekerjaan, pihak yang bersangkutan harus mengerjakannya.

(15) Pihak yang akan mengerjakan, dapat melaksanakan pekerjaan setelah mendapat izin dari anggota syirkah yang lain.

(16) Pihak yang melakukan pekerjaan, berhak mendapatkan imbalan-tambahan dari pekerjaannya.

(17) Pembagian keuntungan dalam akad kerja sama-pekerjaan dibolehkan berbeda dari pertimbangan salah satu pihak lebih ahli.

(18) Apabila pembagian keuntungan yang diterima oleh para pihak tidak ditentukan dalam akad, keuntungan dibagikan berimbang sesuai dengan modal.

(19) Kesepakatan pembagian keuntungan dalam akad kerja sama-pekerjaan didasarkan atas modal dan atau kerja.

(20) Para pihak yang melakukan akad kerja sama-pekerjaan boleh menerima uang muka.

(21) Karyawan yang bekerja dalam akad kerja sama pekerjaan dibolehkan menerima sebagian upah sebelum pekerjaannya selesai.

(22) Penjamin dalam akad kerja sama-pekerjaan dibolehkan menerima sebagian imbalan sebelum pekerjaannya selesai.

(23) Para pihak yang tidak menjalankan pekerjaan sesuai dengan kesepakatan dalam akad kerja sama-pekerjaan, harus mengembalikan uang muka yang telah diterimanya.

(24) Hasil pekerjaan dalam transaksi kerja sama-pekerjaan yang tidak sama persis dengan spesifikasi yang telah disepakati, diselesaikan secara musyawarah.

(25) Kerusakan hasil pekerjaan yang berada pada salah satu pihak yang melakukan akad kerja sama-pekerjaan bukan karena kelalaiannya, pihak yang bersangkutan tidak wajib menggantinya.

(26) Akad kerja sama-pekerjaan berakhir sesuai dengan kesepakatan.

(27) Akad kerja sama-pekerjaan batal jika terdapat pihak yang melanggar kesepakatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s