Penyelesaian Utang dalam Impor

Penyelesaian Utang Impor adalah pengalihan utang dari pihak yang berutang kepada Lembaga Keuangan Syariah (LKS), kemudian LKS membayar utang tersebut kepada pihak yang berpiutang atau pihak lain yang ditunjuk oleh pihak yang berpiutang.

Ketentuan penyelesaian utang dalam impor adalah sebagai berikut:

(1) Akad yang dapat digunakan dalam penyelesaian utang impor adalah Hawalah bil Ujrah dengan mengacu pada Fatwa DSN No. 58/DSNMUI/V/2007 tentang Hawalah bil Ujrah.

(2) LKS sebagai muhal alaih menerima pengalihan utang dari pihak yang berutang senilai utang impor.

(3) Pengalihan utang harus dilakukan atas dasar kerelaan dari para pihak yang terkait.

(4) LKS sebagai muhal alaih boleh mengenakan ujrah/fee atas pengalihan utang.

(5) Besar ujrah harus disepakati secara jelas, tetap dan pasti pada saat akad dan dinyatakan dalam bentuk nominal, bukan dalam bentuk persentase yang dihitung dari pokok utang. (6) Pernyataan ijab dan qabul harus dinyatakan oleh para pihak untuk menunjukkan kehendak mereka dalam mengadakan kontrak (akad).

(7) Akad dituangkan secara tertulis, melalui korespondensi, atau menggunakan cara-cara komunikasi modern.

(8) Kedudukan dan kewajiban para pihak harus dinyatakan dalam akad secara tegas.

(9) Jika transaksi hawalah telah dilakukan, hak penagihan muhal berpindah kepada muhal ‘alaih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s